•   Kamis, 30 Januari 2020
Korban Ketidak Adilan

Terjebak di Rinjani, 560 Pendaki Mulai Kelaparan

( words)
Lebih 500 pendaki masih terjebak di Gunung Rinjani pascagempa 6,4 SR.


SURABAYAPAGI.com - Sebanyak 560 pendaki dari dalam dan luar negeri masih terjebak di Gunung Rinjani pasca gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 29 Juli 2018. Proses evakusi dilakukan dengan mengerahkan 165 orang tim gabungan dari tim SAR, Taman Nasional Gunung Rinjani, TNI, Polri, dan mahasiswa pencinta alam. Menurut Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono, tim dilepas pagi ini melalui jalur Sembalun. Dalam penyisiran ini, tim gabungan juga akan mengevakuasi jasad seorang pendaki bernama Muchamad Ainul Taksima, asal Makassar, Sulawesi Selatan. Korban tewas karena tertimpa longsor.
Dijelaskan Sudiyono, tugas pertama tim gabungan ini adalah melakukan upaya suplai logistik untuk para pendaki yang sudah tidak memiliki makanan. "Kami suplai makanan agar dapat asupan tenaga lagi," katanya.
Setelah memastikan kondisi pendaki pulih, baru kemudian tim akan melakukan evakuasi. Proses ini tentu tetap akan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Ratusan pendaki ini berada di lokasi terpisah. Sebanyak 500 orang diperkirakan berada di Danau Segara Anak dan 60 orang masih menuju danau. Tapi, kondisi mereka masih terjebak longsoran.
Terkait kejadian gempa bumi ini, Taman Nasional Gunung Rinjani juga menyediakan informasi untuk keluarga terkait data-data korban dan proses evakuasi.
"Posko kami ada di Sembalun," katanya.
Dengan adanya posko ini, keluarga pendaki yang terjebak dapat meminta data dan hasil evakuasi.

Berita Populer