•   Sabtu, 29 Februari 2020
Gas Dan Bumi

Terkait Gelembung Gas, Pertamina Intensifkan Pengeboran dan Siapkan Tim Khusus Kompensasi

( words)
Kondisi bibir pantai perairan Karawang SP/Rkmrd


SURABAYAPAGI.com - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java terus melakukan upaya intensif demi menghentikan gelembung gas di lepas Pantai Karawang melalui pengeboran sumur dan penambahan unit kapal.

Sejauh ini sekitar 45 kapal disiagakan untuk untuk menanggulangi tumpahan minyak. Sementara itu, para pekerja Pertamina Hulu Energi Offshore North Java (PHE ONWJ) bersama tim ahli internasional di bidang well control disebut telah memulai pengeboran untuk menghentikan gelembung gas di sekitar anjungan YY sejak Kamis, 1 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB.

Dalam siaran pers PHE ONWJ menyampaikan, hingga Rabu, 7 Agustus 2019, tahap pengeboran YYA1-RW memasuki kedalaman sekitar 540 meter dan sedang dalam tahap persiapan pengeboran hole section 17-1/2". Pengeboran ini dimulai dua hari lebih cepat dari jadwal semula dan ditargetkan mencapai kedalaman 2.765 meter.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya bilang kegiatan mobilisasi Rig Jack Up Soehanah di sekitar lokasi relief well dilakukan bersamaan dengan proses survey geohazard dan geotechnical. “Beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan simultan sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal," ungkap Ifki dalam siaran pers dikutip Rabu (7/8).

Selain itu, PT Pertamina terus mengupayakan sejumlah langkah penanganan di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) termasuk membahas kompensasi yang disiapkan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman bilang saat ini Pertamina telah menambah unit oil boomguna menahan laju tumpahan minyak diperairan. "Oil Boom yang disebar mencapai 3.500 meter dan hampir 3/4 lingkaran anjungan," kata Fajriyah, mengutip Kontan.co.id Rabu (7/8).

Disinggung mengenai kompensasi, Fajriyah mengungkapkan Pertamina akan membentuk komite yang menggandeng Pemerintah Daerah, Dinas terkait serta Kepala Desa yang wilayahnya terdampak tumpahan minyak ini.

"Sosialisasi ini sudah sejak awal dilakukan, ini agar kompensasi yang diberikan seadil-adilnya," jelas Fajriyah.

Fajriyah menyebut sejauh ini upaya pemberian kompensasi didukung oleh pemerintah daerah. Kontan.co.id mencatat, sejauh ini ada 10 desa yang terdampak tumpahan minyak Sumur YYA-1. Adapun, delapan desa tersebar di Karawang, dua desa di Bekasi dan tujuh pantai.

"Intinya Pertamina bertanggung jawab dan memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan," tegas Fajriyah.

Berita Populer