•   Rabu, 16 Oktober 2019
Internasional

Thailand Terkuat di Asia

( words)
Tentara Thailand berjaga-jaga di kuil.


SURABAYA PAGI, Thailand - Tidak hanya Indonesia dan India yang akan menyelenggarakan pemilihan umum pada 2019 di negara Asia, Thailand juga akan menyelenggarakan pemilihan perdana Menteri pada Maret mendatang.
Investor tengah mengamati dengan seksama untuk melihat apakah perpecahan politik dalam negeri Thailand akan meletus lagi sehingga akan mempengaruhi pergerakan baht.
Seperti diketahui, sekutu mantan pemimpin Thailand yang diasingkan, Thaksin Shinawatra, berusaha untuk merayu pemilih dengan rencana untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi setelah upayanya yang gagal untuk mencalonkan saudara perempuan Raja Maha Vajiralongkorn, Putri Ubolratana, sebagai calon perdana menteri dalam pemilihan bulan depan.
Kedua belah pihak yang bersaing mempraktikkan kebijakan pro-Keynesian atau teori ekonomi yang menilai baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting akan fokus pada permintaan, sehingga hambatan politik sebagian besar diperkirakan akan memusatkan untuk menstimulus investasi infrastruktur.
“Jika perpecahan politik dapat ditahan, ekonomi harus terus berkinerja baik tidak peduli partai mana yang menang, dan baht harus mempertahankan kinerja regionalnya di klasemen Asia yang unggul,” tulis Bank United Overseas, Senin (18/2/2019).
Adapun, pada 2019 Baht ingin mengulang kinerjanya sebagai salah satu mata uang terbaik Asia pada tahun lalu meskipun diterpa sentimen pemilihan umum.
Pergerakan baht sepanjang tahun berjalan 2018 menunjukkan rapot bagus dengan bergerak menguat 3,499% secara ytd, menjadi yang terbaik di klasemen Asia. Namun, pada perdagangan Senin (18/2/2019) pukul 17.39 WIB, baht bergerak positif hanya naik 0,077% menjadi 31,234 baht per dolar AS.
Ekonomi domestik yang kuat telah membantunya mengungguli dolar yang juga memiliki manfaat dari surplus neraca berjalan.

Berita Populer