Tiga Warga Terluka Akibat Pilkades Ricuh di Lumajang

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Kericuhan yang terjadi saat Pemilihan Kepala Desa Kunir Kidul, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengakibatkan tiga warga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit Rabu (18/12/2019).

Ketiga warga yang terluka yakni, Khoir (62) warga Desa Kunir Lor yang mengalami luka di kepala, Roni (45) warga Desa Jatirejo (luka tusuk) dan Paing (40) warga Desa Jatirejo (bacok di lengan kiri dan perut).

Kapolsek Kunir, Iptu Hariyono mengatakan, kronologinya berawal saat seorang warga bernama Hari memberikan uang Rp20 ribu kepada Hamzah yang hendak mencoblos. Tiba-tiba Roni langsung memegang tangan Hamzah dan menyeretnya ke hadapan warga lainnya.

Saat itu, terjadi perlawanan dari Khoir bersama teman-temannya langsung mengeroyok Paing dan Roni. Akibat keributan itu, Paing dan Roni mengalami luka robek dan tusukan senjata tajam.

"Namun Paing membalasnya dengan menggunakan bambu untuk memukul Khoir dan mengenai kepalanya. Keributan itu kemudian berhasil dilerai pihak keamanan Polri dan TNI," jelasnya.

Ketiga korban yang terluka dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kunir, selanjutnya Khoir dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan Roni dan Paing dirujuk ke RSU Haryoto Lumajang.

Dirinya menjelaskan penyebab dugaan keributan diduga karena Hari memberikan uang di dekat pintu masuk lokasi pemungutan suara. Hal itu memunculkan anggapan politik uang.

"Keributan tersebut dipicu indikasi politik uang dan beda dukungan calon kepala desa yang bersaing dalam Pilkades Kunir Kidul," tuturnya.

Kendati terjadi kericuhan, Pilkades Kunir Kidul tetap berlanjut hingga selesai karena suasana kembali kondusif setelah aparat keamanan turun tangan untuk menangani kericuhan itu.

Sebanyak 158 desa di Kabupaten Lumajang menggelar pilkades serentak. Sebanyak 3.555 personel yang terdiri atas TNI, Polri, dan linmas, serta dibantu 200 personel Brimob Polda Jatim disiagakan untuk pengamanan pilkades serentak tersebut.