•   Rabu, 11 Desember 2019
SGML

Tingkatkan Produktifitas Padi, Gulirkan Manajemen Padi Sehat

( words)
Bupati Lamongan H Fadeli saat menjadi keynote speaker Temu Wicara Kontak Tani Tahun 2018 di Pendopo Lokatantra, Rabu (17/10/2018). FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Kabupaten Lamongan terus berupaya meningkatkan inovasi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani padi salah satunya dengan membuat road map Manajemen Padi Sehat (MPS).

Hal tersebut disampaikannya bupati Fadeli saat menjadi keynote speaker Temu Wicara Kontak Tani Tahun 2018 di Pendopo Lokatantra, Rabu (17/10/2018).

“Kami telah membuat berbagai langkah terobosan untuk mensejahterakan petani. Karena hampir 40 persen PDRB Lamongan dikontribusi dari sektor pertanian,“ ujarnya.

Ditambahkan olehnya, melihat kesuksesan pengembangan pertanian jagung di Lamongan, Fadeli berkeinginan mengulang kesuksesan Tani Jago tersebut pada pertanian padi.

Soal road map MPS ini disampaikan lebih rinci oleh Prof Moch Cholil Mahfud dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Dia pula yang sebelumnya membuat road map Tani Jago.

Tani Jago ini terbukti sukses meningkatkan produktvitas jagung yang semula 5,7 ton perhektare pada 2016, menjadi 9,7 ton perhektar di tahun 2018. Saat ini konsep Tani Jago sudah diadopsi sebesar 66,43 persen oleh petani jagung Lamongan di 15 kecamatan.

Cholil mengungkapkan bahwa lahan sawah tiap hari semakin sempit dan produktivitasnya melandai akibat intensifikasi yang terus menerus. Sehingga perlu pengembangan kawasan manajemen padi sehat dan pengembangan kawasan padi hibrida di lahan kering.

Dia menguraikan pengembangan MPS kedepan diarahkan pada kawasan dengan ketersediaan air cukup dan pengairan yang bisa diatur, di 10 ribu hektare lahan di 6 kecamatan.

Dengan MPS, dari kawasan ini ditargetkan produktivitasnya bisa mencapai rata-rata 7 ton gabah sehat/ha di tahun 2021, yang setara dengan 45.000 ton beras sehat/tahun.

Sedangkan pada pengembangan kawasan padi hibrida akan diarahkan di lahan kering pada 10.400 hektare lahan di 9 kecamatan. Untuk kawasan ini target produktivitas yang ingin dicapai rata-rata 10 ton per hektare di tahun 2021.

“Saat ini teknologi untuk MPS sudah tersedia. Lahan rintisan MPS di Lamongan juga sudah ada, sehingga tinggal pengembangannya,“ ujar dia.

Mirip dengan Tani Jago, komponen teknologi dalam MPS diantaranya berupa penggunaan varietas unggul, penyiapan lahan dengan pengolahan sempurna menggunakan hand traktor dan pengaturan jarak tanam dengan jajar legowo.

Kemudian pengaturan pemupulan kimia yang disesuaikan kondisi lahan, menggunakan metode pengairan berselang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) serta panen menggunakan combine harvester untuk menekan hilangnya produksi saat panen.

Kawasan MPS nantinya akan diterapkan di Kecamatan Sekaran, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah dan Deket. Kemudian kawasan padi hibrida di Kecamatan Mantup, Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame, Modo Kedungpring, Sugio serta Kembangbahu. jir

Berita Populer