Tracing Pasien Positif Covid-19 di Surabaya, Luar Biasa!

Ilustrasi

 

Pasien OTG Berjenis Wanita yang baru Swab di sebuah RS Surabaya Barat, Terkesima. Keesokan Hari setelah Swab Didatangi RT, Kelurahan, Linmas, dan Petugas TNI. Setelah ditelusuri, Laboratorium yang usai Mengeluarkan Hasil Swab langsung Lapor ke Dinkes Surabaya 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pasien positif covid-19 dari Surabaya hingga Senin (13/7/2020), sudah mencapai 7.209 kasus komulatif. Bahkan, kini muncul lagi klaster dari beberapa wartawan yang positif Covid-19 mencapai 50 orang. Antara lain ada tiga wartawan dari media  TVRI, RRI dan Metro TV. Untuk menekan penyebaran dan mengetahui kontak erat para positif Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun terus gencar dan semakin masif dalam tracing orang-orang yang sudah dinyatakan positif. Bahkan, bila orang tersebut diketahui hasil tes Swab PCR-nya positif, otomatis langsung koneksi dengan data di Kementerian Kesehatan RI. Setelah memiliki data orang positif, tim Linmas, TNI, Babinkamtibmas, Kelurahan, Puskesmas sampai RT turun lapangan untuk melakukan penelusuran. Termasuk hubungan kontak erat dengan orang positif Covid-19. “Jangan kaget Pak. Sekarang semua rumah sakit swasta dan pemerintahan sudah terkonek dengan Dinkes,” kata seorang dokter spesialis anak-anak di sebuah RS di Surabaya Barat.

 Demikian liputan khusus tracing di kota Surabaya yang digali oleh tim Wartawan Surabaya Pagi ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim, Dinas Kesehatan kota Surabaya, Lurah Kutisari dan Lurah Sonokwijenan, hingga pasien OTG Covid-19 di Surabaya hingga ke RT dan pasien yang diduga hasil swabnya positif. Liputan khusus ini dikoordinir Raditya Mohammer Khadaffi bersama Alqomarudin, Aditya Putra Pratama, dan Patrick Cahyo, sejak Sabtu hingga Senin (13/7/2020) sore kemarin. 

Warga Surabaya Barat, sebut saja, Lily Melati, 37 tahun, saat tes Swab PCR hasilnya positif Covid-19. Lily, baru mengetahui hasil tes Swab tanggal 8 Juli 2020 lalu. Namun, dalam hitungan jam setelah dirinya menerima hasil dari laboratorium RS swasta di Surabaya Barat, dirinya sudah langsung dihubungi Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Puskesmas yang dekat dengan tempat tinggalnya.

“Cepet sekali kok bisa tahu. Saya saja baru dapat hasilnya siang. (dan hasilnya) Positif. Malamnya, saya sudah dihubungi oleh Dinkes dan keesokan harinya dari Puskesmas,” cerita Lily kepada Surabaya Pagi, via sambungan telepon, Senin (13/7/2020). 

Kini, Lily, harus menjalani isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Bahkan, hasil tes Swab yang menyebut positif Covid-19, tak disangka oleh ibu rumah tangga ini. Lily pun masuk dalam kategori Orang tanpa gejala (OTG). “Saya sebetulnya kaget. Kok positif. Padahal gak ada gejala apapun, batuk, sesak napas atau demam tinggi. Yah, sehari-hari, dirumah saja. Paling keluar yah seminggu sekali itu pun cuma belanja kebutuhan sehari-hari, selama pandemi. Tak ada rasa sakit seperti gejala Covid-19 itu,” cetusnya.

Hasil positif dari tes Swab PCR, tambah Lily, diduga pihak rumah sakit, tempat Lily melakukan tes Swab PCR, langsung melaporkan hasil positif itu ke Dinas Kesehatan. Dan tak sampai dua hari, tak hanya dari Dinkes dan Puskesmas. Pihak kelurahan dan Ketua RT di lingkungan Lily tinggal, langsung melakukan pendataan. “Pokoknya, geraknya cepat sekali untuk melakukan tracing. Bagus sih, bisa langsung mendata lengkap. Bahkan, baik dari RT, Lurah, pro aktif memotivasi saya agar bisa sembuh,” kata Lily. Hingga kini, Lily pun masih menjalani isolasi mandiri, dan menunggu tes Swab PCR lanjutan yang ditawarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

 

Lurah Gerak Cepat 

Pengalaman Lily itupun dibenarkan oleh dua Lurah di Surabaya, yakni Lurah Kutisari dan Lurah Sonokwijenan. Lurah Kutisari, Titik Eko Prasetyaningtyas, menjelaskan, hampir setiap hari pihaknya melakukan tracing pasien yang terpapar Covid-19. Hasil tracing masif itu merupakan prioritas dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Hingga sejauh ini  warga di wilayah Keluruhan Kutisari yang terpapar covid-19 tidak selalu menunjukan pasien yang positif Covid-19. Memang Minggu kemarin ada banyak, dalam arti lebih dari dua yang terkena positif. Nanti tracing itu langsung kami laporkan ke bu Wali,” kata Titik Eko Prasetyaningtyas, kepada Surabaya Pagi, Senin (13/7/2020).

Langkah – langkah yang dilakukan oleh pihak kelurahan jika seseorang terinfeksi virus Covid-19 dengan mendata warga tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dari Dinas Kesehatan terdekat dengan melakukan diagnostic cepat rapit tes dan tes Swab,

"Setelah melalui Tes Swab dan dinyatakan terpapar covid-19 akan dilakukan isolasi secara mandiri dirumah maupun rumah sakit. Selain itu juga dilakukan pendataan, Siapapun yang telah berhubungan langsung dengan orang yang terjangkit virus, maka mereka juga memiliki potensi untuk tertular. Oleh karena itu, diperlukan pendataan kontak siapa saja yang telah bertemu dengan orang yang telah terjangkit virus,” jelas Titik.

 

Beri Motivasi Hingga Sembuh 

Senada dengan Lurah Kutisari, respon cepat tanggap juga ditunjukkan Lurah Sonokwijenan, Katharina Evi Wahjuni. Lurah Sonokwijenan membenarkan, bahwa kini, Pemerintah Kota Surabaya memerintahkan kepada seluruh Kecamatan, Kelurahan hingga tingkat RT-RW, untuk terus memantau dan mentracing cepat pasien yang sudah positif Covid-19. “Hal ini bertujuan agar kami bisa ikut menelusuri, siapa saja kontak erat yang dialami oleh orang yang terpapar itu. Seperti contoh, ada warga saya di daerah Darmo Baru Barat, satu keluarga positif semua. Mereka OTG. Mereka isolasi mandiri semua. Mengetahui hal itu, bu Wali, memerintahkan untuk menyiapkan segala kebutuhan permakanan kepada satu keluarga itu. Puji syukur, mereka akhirnya bisa sembuh dengan cepat,” jelas Evi, sapaan Lurah Sonokwijenan, kepada Surabaya Pagi, kemarin.

Ia melanjutkan, jika seseorang dikonfirmasi telah terinfeksi suatu virus, maka seseorang tersebut akan ditanya perihal aktivitas yang telah mereka lakukan dan kontak erat dengan siapa saja mereka telah bertemu. Mulai dari keluarga, teman, saudara, dikantor hingga penyedia layanan kesehatan. “Pokoknya, kami langsung tindak cepat demi menekan penyebarannya. Khan nanti bisa terdeteksi, hubungan dengan siapa saja. Bila berhubungan dengan pihak lain di luar wilayahnya, kami langsung melaporkan ke wilayah lain,” tegasnya.

 

Permakanan Hingga Tes Swab  

Terpisah, salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Mojo, Erdina Nova, menjelaskan, proses tracing ini dilakukan tingkat Puskesmas setelah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan kota Surabaya. Sebagai kepanjangan tangan Dinkes, Puskesmas yang memiliki bidan-bidan untuk menjangkau wilayah tiap kelurahan, langsung mendata dan melacak orang yang dinyatakan positif Covid-19 hasil Swab.

"Kami memang langsung dapat perintah (dari Dinkes dan Wali Kota), bila ada orang yang positif, langsung segera dilacak keberadaannya. Bahkan, kalau yang bersangkutan positif dan isolasi mandiri. Kami siap menyiapkan kebutuhan untuk orang positif Covid-19. Yah kesehatannya, permakanannya, sampai kami jadwalkan untuk lakukan Swab," jelas Erdina, kepada Surabaya Pagi, Senin (13/7/2020).

Tujuannya, tambah Erdina, agar pasien positif Covid-19 di wilayah Puskesmas Mojo, bisa sembuh. "Kami tak segan-segan langsung memantau setiap hari orang yang positif. Agar hasilnya bisa maksimal, orang itu juga sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi," tegasnya. n alq/adt/pat/rmc