•   Sabtu, 4 April 2020
Ekonomi China

Transportasi Pendorong Majunya Pasar Malam Beijing

( words)
Suasana pasar malam di Beijing SP/Tmkh


SURABAYAPAGI.com - Ibu kota Tiongkok Beijing telah meningkatkan transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi malam. Transportasi yang disajikan beraneka ragam. Mulai dari kereta bawah tanah, bus, Ojek Online, dan lahan parkir yang luas.

Fasilitas-fasilitas transportasi tersebut sangat memudahkan penduduk Beijing saat berbelanja di malam hari dan perekonomian malam lokas akan sangat berkembang.

Atas rencana tersebut, restoran dan bisnis jasa lainnya secara bertahap mulai memperpanjang jam kerja hingga jam 2 pagi atau 24 jam sehari, meski sebelumnya, lalu lintas yang tidak nyaman telah membatasi konsumsi masyarakat.

Tak hanya motif pengembangan perekonomian, keluah-keluah masyarakat Beijing juga menjadi factor lain yang mengharuskan unit moda tranportasi baru.

Seorang wanita bermarga Guo mengatakan bahwa setelah makan malam dengan teman-teman pada jam 12 tengah malam, kereta bawah tanah telah berhenti dari layanan dan juga sulit untuk menemukan taksi untuk pulang.

Banyak konsumen yang mengemudi juga merasa sulit memarkir mobil mereka, dengan beberapa parkir beberapa kilometer dari restoran dan harus berjalan kaki, yang sangat tidak nyaman.

Untuk mengatasi masalah ini, kota telah meluncurkan rencana transportasi baru. Mulai 19 Juli, yakni, kereta bawah tanah Beijing Jalur 1 dan Jalur 2 yang akan memperpanjang jam operasional setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Sebanyak 25 jalur bus malam di area-area utama akan memiliki interval keberangkatan yang lebih pendek dan tujuh jalur bus baru akan dibuka untuk memfasilitasi perjalanan malam bagi penduduk Huilongguan dan Tiantongyuan.

Platform transportasi online seperti Shouqi Limousine dan Chauffeur dan perusahaan taksi telah mengadopsi langkah-langkah baru dan kebijakan untuk mendorong pengemudi taksi untuk melayani pelanggan di bidang utama.

Sementara itu, area bisnis didorong untuk berbagi tempat parkir berbayar dengan mereka yang berkendara ke kota untuk menikmati kehidupan malam.

“Dari perspektif bisnis, mengembangkan ekonomi malam akan memiliki efek positif pada menghasilkan keuntungan dan membangun merek dalam jangka panjang, meskipun dapat meningkatkan biaya dengan memperpanjang jam kerja dalam jangka pendek” kata Yi Shaohua, direktur Circulation Industry Research Office, Lembaga Penelitian Strategi Keuangan, Akademi Ilmu Sosial Tiongkok.

“Peningkatan transportasi kota dapat melayani perekonomian malam dengan lebih baik dan akan lebih kondusif bagi kemakmuran komersial kota” kata laporan itu.

Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan lebih dari 60 persen konsumen perkotaan menghabiskan uang pada malam hari, yang memainkan peran positif dalam vitalitas perkotaan dan pertumbuhan ekonomi.

Dari perspektif global, banyak negara maju telah menjadikan pengembangan ekonomi malam sebagai bagian dari rencana pembangunan perkotaan mereka sejak lama. Ekonomi malam menciptakan 100.000 pekerjaan malam dari 2004 hingga 2016 untuk London, yang pendapatan ekonomi malamnya pada 2017 mencapai 26,3 miliar pound ($ 32,89 miliar), menyumbang 6 persen dari PDB Inggris sebagai industri terbesar kelima di negara itu.

Berita Populer