•   Kamis, 14 November 2019
Sepakbola

Ultras Ngeluruk Dewan, Minta Persegres Dikelola Sendiri

( words)
Ketua Dewan Fandi Akhmad Yani ikut naik ke atas mobil koordinator aksi untuk menenangkan Ultrasmania. SP/M.AIDID


SURABAYA PAGI, Gresik - Ribuan suporter fanatik Persegres Gresik United (GU), Ultras turun ke jalan menuntut dikembalikannya pengelolaan GU ke pangkuan masyarakat Gresik. Ultras sebagai komponen masyarakat meyatakan kesiapannya untuk mengambilalih sekaligus mengelola GU yang kini terpuruk berkompetisi di Liga 3.

Keinginan suporter mania tersebut lantas disuarakan oleh pengurus Ultras kepada ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani yang menerima mereka di ruangan Rapat Pimpinan Dewan. Yani didampingi legislator PDIP Mega Bagus dan Syahrul Munir dari FKB. Sementara pengurus Ultras hadir sekitar 12 orang yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Bagus.

"Pada hari ini kami meminta kepastian ketua dewan untuk menyurati PSSI dan BOPI dengan tujuan untuk melarang tim Persegres berlaga di kompetisi Liga 3 sebelum manajemen PT Persegres Joko Samudro membayar gaji dan hak pemain terhitung sejak 2017 sampai 2018," ujar Bagus membacakan salah satu tuntutan Ultras pada pertemuan Kamis (4/10) siang.

Menurut Bagus, karena gaji pemain belum juga dibayarkan maka persoalan ini kemudian bermuara di pengadilan. "Para pemain menggugat PT Persegres Joko Samudro untuk membayar kewajiban mereka. Kini kasusnya masih beegulir di PN Gresik. Tapi sayang dari beberapa kali sidang pihak PT tidak pernah hadir," ungkapnya.

Akibat belum beresnya gaji para pemain berdampak pada kemungkinan sanksi pelarangan bagi Persegres untuk mengikuti kompetisi Liga 3 nasional yang sebentar lagi akan diputar.

Kondisi buruk itulah yang kemudian diprotes ribuan Ultrasmania. Mereka menuntut agar klub kebanggaan masyarakat Gresik ini lepas dari genggaman PT Persegres Joko Samudro yang sudah terbukti gagal mengelola Persegres GU. "Dulu Persegres menjadi kebanggaan masyarakat Gresik karena selalu bermain di kompetisi Liga 1 nasional, tapi kini kondisinya sangat memprihatikan karena salah kelola," ucap seorang Ultrasmania yang ikut berdemo di depan kantor parlemen.

Ketua Dewan Fandi Akhmad Yani yang didaulat untuk memediasi karut marut manajemen pengelolaan Persegres GU, menyatakan kesiapannya. Namun tidak dalam sehari sesuai permintaan para Ultrasmania. Karena untuk mencari solusi dia harus mendengarkan masukan semua pihak yang terkait, termasuk manajemen lama PT Persegres Joko Samudro.

"Insya Allah pada Rabu pekan depan kita duduk bareng lagi untuk mencari solusi terbaik bagi Persegres Gresik United ke depan. Semua yang berkepentingan akan kami undang, termasuk direktur PT Persegres Joko Samudro dan manajemen baru yang ingin mengelola Persegres," ujar Ketua Dewan Fandi Akhmad Yani yang diamini perwakilan Ultras.

Massa Ultras yang memadati jalan depan Kantor DPRD di Jl KH Wahid Hasyim sempat memanas karena tidak puas dengan hasil pertemuan perwakilan mereka dengan ketua dewan. Mereka sempat melemparkan gelas air mineral ke arah petugas gabungan yang menghadang mereka di pintu gerbang. Untungnya aparat masih bisa menahan diri.

Aksi lain suporter Ultrasmania adalah dengan membakar kembang api warna merah dan kuning layaknya mereka berada dalam stadion pertandingan. Atraksi ini semakin memikat karena diiringi yel-yel khas Ultrasmania.

Kendati sempat memanas, namun suasana kembali kondusif setelah ketua dan beberapa anggota dewan lainnya ikut naik ke mobil korlap demo untuk menenangkan massa. Para wakil rakyat menyampaikan bahwa mereka bersedia mengembalikan Persegres GU kepada masyarakat Gresik yang diwakilkan kepada Ultras. Usai berorasi para wakil rakyat lantas turun dan menyalami para Ultrasmania yang akan meninggalkan lokasi aksi. did

Berita Populer