UNESA Ciptakan Robot KECE, Bantu Tenaga Kesehatan dan Pasien Corona

Rektor Unesa, Prof Dr Nur Hasan MKes menaiki Robot KECE bantu pasien COVID buatan Unesa. SP/ DECOM

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan robot pintar untuk membantu penanganan pasien positif COVID-19 di rumah sakit. Nantinya, robot yang dinamai Robot KECE (Kreatif, Energik, Cantik dan Elegan) Unesa ini akan membantu tugas tenaga kesehatan melayani pasien Corona.

Rektor Unesa, Prof Dr Nur Hasan MKes mengatakan ada 2 robot yang diciptakan Fakultas Teknik Unesa. Yakni Robot Kece dan Robot Kece UVS. Ke-2 robot tersebut dibuat untuk membantu kerja tenaga kesehatan. Fungsi utama yakni meminimalisir kontak langsung antara nakes dengan pasien.

"Robot ini pintar. Robot Kece bisa disuruh masuk kamar mana mereka tahu. Bisa memfoto keadaan pasien juga serta mendiagnosa berapa suhu pasien. Ada musik therapy juga agar pasien tidak jenuh," kata Nur Hasan di Gedung Unesa, Jumat (19/6/2020).

"Untuk Robot Kece UVS, bisa menstrelisasikan ruangan. Selain itu ada monitor, yang menghubungkan pasien dengan nakes," lanjutnya.

Nur Hasan menyebut, Robot Kece Unesa nantinya akan diberikan langsung kepada Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur. Selanjutnya akan diberikan Gubernur kepada RS yang membutuhkan.

Nur Hasan menjelaskan, robot tersebut mampu mengangkat dan menarik beban hingga 120 Kg. Unesa disebut siap memproduksi robot tersebut untuk dipasarkan kepada pihak yang membutuhkan.

"Jadi ini sudah ada yang inden. Ini sebuah terobosan di tengah pandemi ini. Nantinya kita akan produksi, kalau ada pihak yang membutuhkan namun tidak menjangkau perkara harga, kita ada program PKM untuk masyarakat," jelasnya.

Robot pintar milik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah diserahkan kepada Gugus COVID-19 Jawa Timur. Robot dengan nama KECE tersebut rencananya akan membantu nakes merawat pasien Corona di RS Darurat COVID-19 Jatim.

"Robot ini sangat membantu tenaga medis, sebab saat pandemi COVID-19 ini, physical distancing harus dijaga, interaksi satu dengan yang lain juga harus dibatasi, terutama interaksi nakes dengan pasien yang interkasinya sangat intesnif, akan bisa disubsitusi robot ini," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu (15/7/2020).

Khofifah optimistis, robot KECE ini akan memberi kontribusi signifikan dalam penanganan pasien COVID-19. Contohnya adalah efisiensi penggunaan APD.

"Selain akan membantu membuat nakes aman dari risiko paparan COVID-19, robot ini juga bisa menghemat penggunaan APD. Karena APD dapat digunakan saat benar-benar urgent, sebab layanan seperti mengirim obat, makanan bisa dilakukan robot ini," ujarnya.

Secara khusus Khofifah merencanakan kedua robot KECE tersebut dioperasikan di RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya. Karena di sana ada ruang perawatan di hall besar, sehingga akan terbantu jika pelayanan dibantu si robot KECE ini.

Ke depan, Khofifah mendorong agar Unesa bisa mengembangkan inovasinya untuk menciptakan Robot KECE generasi kedua, dengan dilengkapi alat untuk mengukur suhu tubuh.

Selain itu ia juga mendorong seluruh pihak, terutama dunia kampus untuk terus berinovasi, guna membantu pemerintah menangani pandemi COVID-19.

"Yang lalu, kita sudah pernah mendapatkan produk robot dari ITS dan Unair, sekarang kita ditambahkan lagi oleh produk dari Unesa. Inovasi ini akan menjadi bagian dari penguatan untuk memberikan layanan lebih cepat, baik, dan aman, bagi pelayanan pasien COVID-19. Kita tunggu inovasi berikutnya," ujarnya.

Robot KECE ini diketahui memiliki beberapa keunggulan. Ia dapat mengantar makanan, alat medis, obat-obatan dan juga mampu melakukan sterilisasi ruang rawat.  dsy1