Universitas Dinamika Luncurkan Aplikasi Dinno

Pradita Maulidya Effendi tim programer memaparkan aplikasi Dinamika New Normal (Dinno) di Kampus Universitas Dinamika, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/6).sp/patrick

SURABAYAPAGI, Surabaya - Universitas Dinamika (Undika) memasuki masa transisi New Normal atau normal baru di tengah pandemic Covid-19 meluncurkan  aplikasi untuk mendeteksi bagi pengguna jika berada di kerumunan bertujuan agar masyarakat tetap menerapkan physical distancing ketika di luar rumah. Aplikasi ini dibuat seiring diterapkannya new normal di Indonesia, khususnya di Surabaya.

“Aplikasi ini diberi nama DINNO atau Dinamika New Normal, dan akan mendeteksi orang-orang yang berada di kerumunan menggunakan sinyal bluetooth,” kata Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Dr. Jusak.

Aplikasi ini dibuat selama kurang lebih satu minggu, oleh tim dosen dan mahasiswa. 

Dosen kampus yang dulu bernama STIKOM Surabaya ini menyampaikan Dinno Apps akan mengingatkan pengguna tetap mengikuti protokol kesehatan selama masa New Normal, yakni mengingatkan pengguna agar selalu menerapkan physical distancing dimanapun berada.

Kasie Laboratorium Komputer Undika Pradita Maulidya Effendi menjelaskan aplikasi ini mempunyai tiga fitur, yakni deteksi kerumunan, cek history suhu tubuh, dan menampilkan informasi terkini seputar perkembangan kasus Covid-19.

“Aplikasi ini menggunakan sinyal bluetooth perangkat smartphone untuk mendeteksi keberadaan perangkat-perangkat lain yang berdekatan" katanya.

Cara kerja apkikasi ini simpel, kata Pradita, pengguna hanya diminta mengaktifkan bluetooth untuk mendeteksi kerumunan. Saat smartphone di sekitar pengguna mengaktifkan bluetooth, smartphone tersebut akan mendeteksi perangkat bluetooth smartphone yang lainnya yang aktif. Jika terdeteksi sebanyak 3 perangkat, maka akan muncul peringatan untuk jaga jarak.

Ia juga menjelaskan aplikasi ini bisa mendeteksi kerumunan dengan jarak 9 hingga 10 meter. Sehingga pengguna bisa lebih waspada dan selalu jaga jarak.

“Kami akan mengembangkan aplikasi ini, karena tidak semua pengguna gadget mengaktifkan bluetoothnya setiap saat. Nantinya, aplikasi ini akan dikembangkan menggunakan teknologi-teknologi lainnya agar lebih akurat dalam mendeteksi jarak antar pengguna” pungkasnya. Patrik