Usaha Makaroni Hasilkan Rp 3 Miliar Per Bulan

Ali Muharam pemilik macaroni ngehe. SP

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ali Muharam memulai usaha kuliner makaroni pada tahun 2013. Dia memberanikan diri membuka usaha makanan ringan bernama Makaroni Ngehe dari hasil pinjam modal ke temannya sebesar Rp 20 juta.

Pemilihan nama Makaroni Ngehe sendiri ternyata karena perjuangan Ali Muharam selama membangun bisnis usaha dari nol. Menurutnya, nama Makaroni Ngehe dipilih karena perjalanan hidupnya yang sangat memprihatinkan.

 Ali Muharam pernah menjadi Office Boy, penjual makanan, penjaga toko baju, tidak punya tempat tinggal, sering kelaparan karena tidak memiliki uang, dan lain-lain.

 "Kenapa Makaroni Ngehe namanya? Karena fase-fase hidup saya yang ngehe banget, saya harus kelaparan, minum air keran, dimaki-maki atasan, dibodoh-bodohin depan orang banyak. Dari kehidupan ngehe itulah saya bertekad untuk memertahankan bisnis ini, menjaga sustainability-nya," kata Ali Muharam.

 Dia juga pernah kerja sebagai pemotong sayur yang jadwal kerjanya mulai dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Saat itu, kerja selama 12 jam hanya dibayar Rp 5 ribu. 

 Pria berusia 31 tahun ini mengaku sering diragukan oleh orang lain terkait bisnisnya di bidang kuliner. Namun, segala keraguan dan pandangan sebelah mata dari orang lain, justru dia jadikan motivasi untuk mengembangkan bisnis Makaroni Ngehe.

 "Semakin saya diragukan, semakin kuat saya ingin membuktikan," tegas Ali.

 Sekarang, usaha Makaroni Ngehe sudah merambah ke berbagai kota, di antaranya Yogyakarta, Bandung, Bekasi, Tangeran, Depok, Bogor, hingga Jakarta. Selain itu, kini Ali Muharam mampu menghabiskan makaroni hingga 30 ton per bulan.

 Sampai saat ini sudah ada 30 outlet Makaroni Ngehe yang rata-rata menghasilkan Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per hari. Padahal, dulu saat punya satu outlet, Ali Muharam hanya mampu mendapatkan omzet Rp 30 ribu per hari. Meskipun begitu, sekarang dari 30 outlet tadi, Ali Muharam sudah mampu meraup omzet hingga Rp 3 miliar per bulan.

 "Dulu awal-awal satu outlet omzetnya Rp 30.000 per hari, kini sudah ada 30 outlet dan rata-rata Rp 3 sampai 5 juta, kalau total kurang lebih Rp 3 miliar per bulan," ungkap Ali.

 Saat ini, Ali Muharam membuka cabang baru bernama Makaroni Ngehe Premium yang outletnya ditempatkan di mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan Yogyakarta. Dsy8