Usai Tracing, Pasien Covid-19 di Gresik Berkurang

SURABAYAPAGI.COM, Gresik- Jumlah warga Gresik yang terpapar virus corona kembali terkoreksi setelah melewati proses penelusuran (trace) di lapangan.

Seperti dilaporkan satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Gresik pada Ahad (24/5) menyebutkan, ada 3 orang pasien yang sebelumnya dinyatakan konfirmasi positif pada 6 Mei lalu, ternyata setelah dilakukan tracing mendalam ketiganya diketahui belum pernah pulang ke Gresik dalam kurun waktu 1-2 bulan.

Oleh karena alasan itu ketiga pasien dimasukkan ke dalam data klaster khusus. Yakni, klaster Kapal (pelayaran). Ketiga pasien yang dikeluarkan dari data pasien konfirmasi positif asal Gresik itu berasal dari Desa Suci dan Desa Betoyo Guci, keduanya di Kecamatan Manyar. Seorang lagi berasal dari Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun.

"Dengan perubahan data ini berarti Kecamatan Dukun kembali menjadi zona hijau. Karena di kecamatan ini tidak ada pasien terpapar Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Gresik drg Saifudin Gozali melalui Kabaghumas dan Protokol Setkab Reza Pahlevi dalam pers rilisnya kepada awak media, Ahad petang (24/5).

Selain menyampaikan adanya pengurangan 3 pasien konfirmasi positif, Reza juga mengabarkan bila hari ini (24/5) ada penambahan 2 pasien asal Gresik yang hasil swab test-nya dinyatakan positif. Jadi meski ada 3 pengurangan data pasien konfirmasi positif, tetapi sebaliknya juga ada penambahan 2 pasien baru.

Sehinggatotal warga Gresik yang terjangkit Covid-19 sampai 24 Mei 2020 sebanyak 126 orang dari sebelumnya 127 orang. Dua pasien baru tercatat berasal dari Desa Menganti, Kecamatan Menganti, dan dari Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. did