•   Jumat, 6 Desember 2019
Sportainment

Usut Mafia Bola Jatim, Vigit Waluyo Diperiksa

( words)
Ratu Tisha


Jaka Sutrisna,
Wartawan Surabaya Pagi

Satgas Antimafia Bola bentukan Kapolri terus mengebut penyidikannya. Tebaru, penyidik berencana memeriksa Vigit Waluyo terkait dugaan keterlibatannya pengaturan skor (match fixing) sepakbola di Liga Indonesia.
Pada saat yang sama penyidik juga menaikkan status penyelidikan pertandingan PSS Sleman vs Madura FC ke tingkat penyidikan.
Ini berarti ada kemungkinan penambahan tersangka. Sejauh ini, satgas telah menetapkan empat orang tersangka, yakni anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng, Anik, Priyanto dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.
Rencana memeriksa Vigit Waluyo dilontarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. Namun ia belum tahu jadwal pemeriksaan Vigit Waluyo oleh tim Satgas. “Ya benar, akan kami sampaikan (soal pemeriksaan Vigit Waluyo),” kata Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (2/1/2019).
Dedi juga masih enggan menjelaskan soal mekanisme pemeriksaan Vigit Waluyo yang kini mendekam di Lapas Kelas II A Sidoarjo. Apakah penyidik nantinya akan ke Lapas atau Vigit dipanggil ke Jakarta. “Soal mekanisme penyelidikannya sudah dibahas oleh Satgas Anti Mafia Bola, besok akan kami sampaikan,” ucap dia.
Seperti diketahui, Vigit Waluyo saat ini menjalani penahanan di lapas Kelas IIA Sidoarjo. Ia dieksekusi ke Lapas setelah menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Jumat (28/12/2018) lalu.
Vigit Waluyo merupakan terpidana atas kasus korupsi Rp 3 miliar dana kucuran dari PDAM yang mengalir ke Deltras Sidoarjo.
Skandal pengaturan skor yang diduga melibatkan Vigid diungkap Bambang Suryo, Manajer Persekam Metro FC Malang, dalam program Mata Najwa. Vigit Waluyo, bukan nama asing di kalangan PSSI namun dunia sepak bola Tanah Air.
Saat ini Vigit Waluyo merupakan pemilik klub PS Mojokerto Putro (PSMP). Klub ini menjadi peserta kompetisi resmi PSSI di Liga 2 2018, bahkan PSMP menjadi salah satu tim yang lolos ke babak delapan besar Liga 2 2018.
Kasus Madura FC
Sementara itu, Satgas antimafia bola menaikkan status penyelidikan pertandingan antara PSS Sleman vs Madura FC ke tingkat penyidikan. Pertandingan ini diduga terjadi pengaturan skor.
“Dari sisi antimafia bola akan mendalami kembali pertandingan antara PSS Sleman vs Madura FC, kasusnya ini bukan lagi penyelidikan tapi sudah ditingkatkan menjadi penyidikan," kata Brigjen Dedi Prasetyo.
Dedi mengatakan sejauh ini penyidik telah meminta keterangan 11 saksi. Penyidik akan kembali meminta keterangan para saksi guna mencari titik terang dugaan pengaturan skor dalam laga tersebut.
“Terkait pertandingan tersebut 11 saksi akan dimintai keterangan kembali. Tentunya komponen yang terlibat akan dimintai keterangan," ucap Dedi.
Sebelumnya, Manajer Madura FC, Januar Herwanto mengungkap adanya dugaan ’match fixing’ di laga Madura FC kontra PSS Sleman di Putaran I Liga 2 Indonesia 2018.
Januar membeberkan, salah satu anggota exco PSSI, Hidayat, menghubunginya melalui telepon, meminta agar Madura FC mengalah dari PSS Sleman saat bertanding di Sleman. Nantinya saat PSS Sleman bertandang ke kandang Madura FC, PSS Sleman pun akan mengalah.
Menurut Januar, Hidayat menawarkan uang Rp 100 - 150 juta, apabila bersedia bekerja sama (dalam pengaturan skor: red). Namun tawaran itu ditolak Januar. Buntut pengakuan ’blak-blakan’ itu, Hidayat memilih mengundurkan diri dari jabatannya.
Dalami Sekjen PSSI
Pemanggilan kedua dilayangkan penyidik Satgas Anti Mafia Bola kepada Sekjen Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha.
Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Ratu Tisha akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait mafia bola pada pekan ini. “Dalam minggu-minggu ini Sekjen akan berikan tambahan data ke penyidik,” katanya.
Satgas Anti Mafia Bola, sambungnya, akan mendalami keterangan Ratu Tisha mengenai regulasi, jadwal pertandingan, dan teknis lainya mengenai kompetisi liga Indonesia.
Pada prinsipnya, PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia sangat kooperatif membantu Satgas Anti Mafia Bola untuk membongkar segala praktik curang dalam sepakbola Indonesia. “Sangat koperatif bantu Satgas dalam mengungkap mafia bola ini sampai ke akar-akarnya,” ujar Dedi.
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini tak menampik, kemungkinan akan ada tersangka baru dari hasil pengembangan tersangka yang telah ditetapkan. “Ya Jelas, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ratu Tisha mengungkapkan PSSI mengapresiasi langkah Kepolisian membentuk Satgas Antimafia Bola dan sudah menetapkan sedikitnya 4 orang tersangka.
Selanjutnya, PSSI menunggu terbongkarnya bagaimana modus dan dalang kecurangan di kompetisi Liga Indonesia. "Ini yang PSSI tunggu-tunggu," kata Tisha yang sudah diperiksa sebelum tahun baru 2019.
Penyidik, kata Tisha, meminta penjelasan seputar tugas dan fungsi PSSI. "Secara umum tentang match fixing," kata Tisha sembari menambahkan bahwa PSSI melalui Komite Disiplin juga sedang menelusuri dugaan adanya mafia skor bola di Liga Indonesia. "Komite Disiplin sudah bergerak dan bersidang. Kami berkomitmen membersihkan sepak bola Indonesia dari kecurangan". n

Berita Populer