Usut Tuntas Kasus Pabrik Pesawat, KPK Langsung Panggil 3 Saksi

Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) menyampaikan keterangan pers tentang penahanan mantan direksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Panjangnya kasus korupsi yang menjerat pabrik peswat Indonesia ini membuat KPK harus jeli melihat siapa saja actor yang berperan.

Sebelumnya, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Deputi Bidang Politik Hukum, Pertahanan dan Keamanan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rizky Ferianto dan mantan Deputi Nasional Defence Hightech Industries Kementerian BUMN, Fajar Hari Sampurno, Senin (15/6/2020) sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah, Irzal Rinaldi Zailani.

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Rizky dan Fajar Hari Sampurno mengenai Rapat Umum Pemegang Saham PT Dirgantara Indonesia. Rapat tersebut terutama terkait penentuan mitra penjualan pesawat PT Dirgantara Indonesia.

Saat ini giliran Manajer Order Management PT DI Muhammad Faruq, Manajer Penagihan PT DI Achmad Azar, dan Supervisor Kontrak Usaha dan Legal PT DI Basuki Santoso yang masih akan dijadwalkan untuk dimintai keterangan.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IRZ (Irzal Rinaldi Zailani)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2020).

Sebagai informasi, Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama bidang Bisnis Pemerintah PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi Zailani.