•   Selasa, 19 November 2019
Kesehatan

Veteran AL Amerika Sukses Jalani Transplantasi Penuh Organ Vital

( words)
team bedah john hopkins yang sukses melakukan tranplantasi alat kelamin


SURABAYAPAGI.COM, -Seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya merasa utuh kembali setelah melakukan operasi transplantasi kelamin.

Veteran Angkatan laut yang bernama Ray itu kehilangan sebagian tubuh bagian bawahnya akibat menginjak bom di pinggir jalan saat penyergapan Taliban pada 2010 lalu.

Ia kehilangan kedua kaki, alat kelamin, dan sebagian dari dinding perutnya. Ia pun terpaksa harus berjalan dengan menggunaakan kaki palsu setelah peristiwa tragis itu.

Ray mencoba untuk memulihkan organ vitalnya yang telah hancur akibat peristiwa tragis yang menimpanya itu. Ia pun menemui sejumlah dokter berkonsultasi untuk menemukan metode medis yang tepat yang dapat membantunya.

Sejumlah dokter yang ia temui sebagian besar menyatakan sulit, dikarenakan keruskaan yang ia alami terbilang cukup parah.

Namun usaha yang ia lakukan tidak sia sia. Pada 2013, Ray bertemu dengan Dr Richard Redett, seorang ahli bedah plastik di Johns Hopkins Medicine di Baltimore yang memutuskan bahwa ia mungkin menjadi kandidat yang ideal untuk transplantasi penis. Timnya memimpin skema yang bertujuan untuk memberikan transplantasi penis kepada 60 tentara.

"Kami merasa sangat yakin kami bisa melakukannya, tetapi kami belum pernah melakukannya," kata Dr Redett.

"Baginya, hampir Anda melakukan transplantasi ini, atau Anda menjalani sisa hidup Anda dengan cacat Anda," tambah Dr. Redett.

Ray dapat melakukan transplantasi karena ia memiliki uretra dan satu set pembuluh darah khusus yang dibuat agar transplantasi dapat bekerja.

Untuk memastikan keberhasilannya, prosedur Ray harus lebih luas daripada transplantasi sebelumnya yang dilakukan.

Tidak hanya tim bedah Ray, yang dipimpin oleh Dr. Redett, perlu memanen penis donor dan memasangnya kembali ke tubuh Ray, tetapi ledakan itu telah mengambil sepotong jaringan perut Ray dan bagian dari pahanya serta skrotumnya.

Operasi memakan waktu lebih dari 14 jam dan tim dokter harus berlomba dengan waktu.

"Anda tahu bagaimana melakukannya, tetapi sampai pembuluh darah terakhir itu terhubung dan Anda melepaskan klem dan darah mengalir melalui itu - maksud saya, itu adalah napas lega yang sangat besar," kata Dr Redett.

Setelah operasi yang sangat rumit itu selesai, Ray harus menunggu dua hari pasca operasi untuk melihat dan memastikan operasinya berhasil.

Ahli urologi Andre Van der Merwecalls, seorang ahli bedah Afrika Selatan yang melakukan transplantasi penis pertama yang sukses di dunia pada tahun 2014, mengatakan prosedur Ray adalah ’yang paling rumit sampai saat ini’ karena lingkup lukanya.

Setelah kesuksesan operasi telah dipastikan, Ray merasa seperti kembali utuh.

Ray berkata, "Ini sebenarnya sesuatu yang bisa memperbaiki saya. Saya bisa kembali menjadi normal lagi.”

Berbicara pada bulan Oktober tentang prosedurnya yang mengubah hidup, Ray mengatakan dia ’hampir’ mendapatkan kembali sensasi penuh pada penis barunya dan mampu mendapatkan ereksi dan kencing saat berdiri.

Ray mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ulasan Teknologi MIT: "Saya tidak menyesalinya. Itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat.”

Berita Populer