•   Rabu, 16 Oktober 2019
Pemilu

Visi-Misi Paslon Pilwali Kota Malang 2018

( words)
Komisioner KPU Kota Malang, Azhari Husein


SURABAYAPAGI.com, Malang - Dilihat dari website KPU, bisa diketahui visi dan misi masing-masing paslon. Dimulai dari yang pertama paslon Moch Anton-Syamsul Mahmud diusung PKB, PKS, Perindo, dan Gerindra.
Tiga paslon mendaftar maju di Pilwali Malang 2018. Mereka Moch Anton-Syamsul Mahmud, Ananda Yaqud Gudban-Wanedi dan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko. Bagaimana visi misi mereka untuk Kota Malang 5 tahun mendatang.
"Tentang bakal paslon visi dan misinya bisa dilihat langsung melalui website KPU," ujar Komisioner KPU Kota Malang Azhari Husein kepada wartawan, Minggu (28/1/2018).
Paslon ini mengusung tagline 'ASIK' atau bagus dalam bahasa Indonesia, yang memiliki akronim dari Agamis, Progresif, Inklusif dan Kreatif.
Agamis dijabarkan, karena Kota Malang sudah lama dikenal sebagai wilayah perkotaan yang dirindukan karena suasananya yang kondusif. Progresif mewujudkan pembangunan Kota Malang yang berorientasi pada penuntasan permasalahan-permasalahan pokok baik bersifat fisik manajemen transportasi sampai tata ruang dan non fisik diantaranya pendidikan dan peningkatan standar kualitas hidup.
Inklusif, lima tahun ke depan platform pembangunan sejak fase perencanaan hingga pengawasan akan semakin terbuka dan memberikan kesempatan luas bagi semua pihak turut berpartisipasi. Tentu saja dalam penyelenggaraan pembangunan, baik dari pemerintahan, akademisi, sektor privat/pengusaha, tokoh masyarakat dan pemuka agama, maupun masyarakat umum.
Kreatif dimaknai sebagai kemampuan untuk menghasilkan terobosan baru dalam beragam hal ke arah solusi terhadap hal-hal yang memang menjadi prioritas kota. Paslon ini juga menambahkan 5 misi prioritas, diantaranya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, daya saing ekonomi kreatif, infrastruktur yang baik, kehidupan masyarakat yang kondusif, dan tata kelola pemerintah yang bersih.
Untuk paslon Ananda Gudban-Wanedi membawa semangat 'Ayo Noto Malang' didalam visi misinya mengkritisi soal pengangguran terdidik hampir 50,83 persen pencari kerja di Kota Malang lulusan akademi, diploma dan sarjana, untuk SMA/SMK mencapai 38,74 persen. Paslon diusung PDIP, Hanura, PPP, PAN, ini menilai perlu adanya penguatan program mendukung Kota Layak Anak, ketimpangan juga terjadi dengan pendapatan tertinggi menurut indeks Gini Rasio Kota Malang 2015 tertinggi di Jawa Timur dirangkum dalam persoalan pembangunan di Kota Malang.
Masih terjadinya banjir dan genangan air serta kemacetan menduduki peringkat ketiga dari 9 kota besar di Indonesia, menjadi perhatian serius pasangan berjargon Menawan (Menangkan Nanda-Wanedi). Kota Malang Yang Bersemangat titik penekanan dari visi misi mereka, birokrasi bersih, pemenuhan kebutuhan dasar, aksesabilitas dan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi menguatkan sektor industri, jasa dan KUMK, dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara paslon terakhir 'SAE' (Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko) membawa visi Kota Malang Bermartabat. Reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata, transportasi, sosial dan lingkungan hidup menjadi fokus utamanya.
Untuk fokus bidang transportasi, paslon ini menciptakan sistem respons cepat kemacetan berbasis IT, mengembangkan fungsi terminal sebagai Transite Oriented Development guna mendorong penggunaan angkutan dan halte bus, dan juga sistem parkir elektronik di gedung pemerintahan dan ruas jalan sebagai upaya meminimalisir persoalan perparkiran serta meningkatkan pendapatan dari sektor parkir.
Itulah gambaran ringkas dari visi misi ketiga paslon yang tengah menunggu penetapan oleh KPU. Jadwal tahapan penetapan paslon dilakukan pada pertengahan Februari 2018 mendatang. "Semua berkas persyaratan pencalonan dan calon sudah dilengkapi masing-masing paslon, proses verfak telah dilakukan hanya menunggu penetapan," beber Azhari. dt

Berita Populer