Wabup Jember Enggan Dampingi Petahana

SURABAYA PAGI, Jember - Bercokol di puncak kekuasaan rupanya tidak membuat silau mata Wakil Bupati Jember Muqit Arief. Dirinya mengaku tidak akan kembali maju mendampingi Bupati Jember Faida dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun 2020.
"Mau kembali ke kampung, ngurusi pesantren," cetus Wabup Muqit setelah menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT Ke-91 Kabupaten Jember di Alun-Alun Jember, Senin (13/1). "Saya diberi kepercayaan di sana."
Wabup Muqit menegaskan hal tersebut lantaran beredar foto formulir surat pernyataan dukungan bakal pasangan calon perseorangan atau form model B.1-KWK perseorangan dalam Pilkada Jember 2020 untuk nama bakal pasangan calon Faida dan A. Muqit Arief di media sosial.
"Bupati Faida sudah saya beri tahu kalau saya akan membantu beliau hingga akhir periode. Kalau sesuai SK jatuh pada 17 Februari 2021. Setelahnya, saya mau pulang kampung," ungkap Wabup Muqit.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah di Kecamatan Silo tersebut ingin mengabdikan hidupnya untuk masyarakat Jember di bidang pendidikan dan sosial melalui pesantren sehingga tidak ingin kembali ke jalur politik dengan maju menjadi bupati atau wakil bupati dalam pilkada serentak tahun ini.
"Secara pribadi saya ingin fokus pada pesantren dan kemungkinan besar kembali mengurus Pesantren Al-Falah. Namun, saya tidak tahu takdir yang ditentukan untuk saya nanti," katanya.
Wabup Jember yang biasa dipanggil Kiai Muqit itu juga tidak mau berandai-andai apabila ada partai atau dukungan masyarakat yang menginginkan maju dalam bursa Pilkada Jember 2020.
"Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa sebenarnya dibalik tugas saya sebagai Wabup Jember, ada amanah yang tidak bisa ditinggalkan di kampung halaman, yakni mengurus pesantren," ujarnya.
Beberapa nama yang dikabarkan maju dalam Pilkada 2020, bahkan mereka sudah mendaftar sebagai bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati melalui sejumlah partai, di antaranya petahana Bupati Jember Faida, pengusaha asal Jember Hendy Siswanto, mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember Rasyid Zakaria, pengusaha properti Abdussalam, mantan Kepala BPN Jember Djoko Susanto, dan mantan Ketua KPU Kabupaten Jember Achmad Anis.