Walimurid SD Al-Azhar Tuntut Sekolah Berikan Keringanan SPP

SurabayaPagi, Surabaya - Terkait pandemi Covid-19 yang makin merebak di Kota Surabaya, dunia pendidikan yang terdampak juga mulai menimbulkan polemik baru. 
 
Biaya pendidikan yang tinggi membuat membuat para orang tua wali mengeluhkan sistem Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang tetap tinggi dimasa pandemi ini. 
 
Rino Hartono salah satu walimurid Sekolah Dasar Al-Azhar 35 mengungkapkan selama pandemi, para walimurid yang notabene berprofesi sebagai wiraswasta mengalami penurunan pendapatan drastis. 
 
Sehingga Rino dan rekan walimurid sepakat mendatangi sekolah untuk bernegosiasi terkait keringanan biaya SPP selama masa pandemi ini.
 
"kami berharap pihak sekolah dan yayasan Al-Azhar memberikan kemudahan untuk kami dalam hal biaya SPP sebanyak 30 persen," ujar reno, Selasa (7/7/2020). 
 
Rino mengaku kecewa dengan ketentuan yang dikeluarkan sekolah Al-Azhar, pasalnya pihak sekolah memutuskan menetapkan biaya SPP tanpa adanya proses perembugan terlebih dahulu dengan para walimurid. 
 
Dengan dasar inilah para walimurid menggelar pertemuan langsung dengan kepala sekolah SD Al-Azhar beserta Ketua Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Jawa Timur Bambang Tutuko guna membahas perihal tersebut. 
 
Dalam pertemuan ini , Bambang Tutuko mengaku bawa biaya SPP merupakan keputusandi pusat. Namun, pihaknya tidak hanya tinggal diam, dan akan segera menyampaikan harapan wali murid.
 
Sementara ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala SDIA 35, sudah menerima panggilan, namun tidak lama pembicaran diputus. Byb