•   Kamis, 12 Desember 2019
Hukum & Pengadilan

Warga Demo Tolak Penutupan Dermaga GJT

( words)
Korlap aksi Thohirin (kanan) berorasi menuntut diaktifkannya kembali bongkar muat batu bara di dermaga GJT. SP/M.AIDID


SURABAYA PAGI, Gresik -Ratusan warga terdampak penghentian bongkar muat batu bara dan kayu log berunjuk rasa ke PT Gresik Jasa Tama (GJT), Kamis (14/11).

PT GJT adalah perusahaan pengelola dermaga khusus bongkar muat batu bara dan kayu log. Sudah beberapa hari ini GJT menghentikan operasionalnya karena diprotes warga yang kontra atas dampak terhadap kesehatan lingkungan warga setempat.

Sementara warga yang tergabung dalam forum tingkat kecamatan dan 8 desa/kelurahan serta warga penerima dana CSR PT GJT tetap berharap aktivitas bongkar muat batu bara dan kayu log terus berjalan. Sehingga mereka memutuskan berdemo untuk memberikan dukungan pada manajemen GJT.

"Kami datang untuk membela ribuan keluarga buruh pabrik dan sopir dump truck yang kini kesulitan ekonomi akibat PT Gresik Jasa Tama berhenti beroperasi," ujar Thohirin, koordinator aksi lapangan ketika berorasi di depan pintu masuk dermaga GJT.

Ditegaskan Thohirin, pihaknya akan melawan kepada siapapun yang mencoba-coba menghadang truk-truk yang melakukan bongkar muat di pelabuhan GJT. Alasannya, dengan berhentinya aktivitas dermaga GJT maka secara otomatis dana CSR dari GJT juga akan dihentikan. "Padahal banyak warga tidak mampu sangat terbantu oleh saluran dana CSR dari PT GJT," ungkap Thohirin yang juga mantan anggota parlemen setempat.

Desakan pengunjukrasa cukup mengena karena seketika pula operasional dermaga yang berlokasi di Jl RE Martadinata tersebut langsung bergeliat. Truk-truk besar mulai hilir mudik keluar masuk area dermaga untuk memuat batu bara maupun kayu log.

Aparat gabungan yang mengawal aksi unjuk rasa juga tidak berbuat banyak karena pihak manajemen GJT sudah sepakat untuk memulai kembali aktivitasnya. did

Berita Populer