•   Minggu, 19 Januari 2020
PERISTIWA

Warga Sukabumi Heboh Temukan Bunker Saat Gali Septic Tank

( words)
Penemuan lubang diduga bunker


SURABAYAPAGI.com - Fajar Wibawa (31) dan Deden Maulana (35) heran, linggis yang dipakainya untuk menggali septic tank di halaman belakang rumah milik Susatyo (76) malah kepentok benda keras. Berkali-kali dihantam, linggisnya malah terpental.

Fajar dan Deden kemudian membersihkan dinding tembokan tersebut, keduanya juga sempat mengira jika tembokan yang mereka hantam itu adalah makam tua.

"Saya sempat takut, awalnya pas dibersihkan dari ujung ke ujung bentuknya memanjang mirip makam," kata Deden kepada detikcom di Kampung Karamat, RT 2 RW 3 Kopeng, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/1/2018).

Tidak seperti temannya Fajar penasaran, dia kemudian menghantam kembali dinding tembokan sekeras-kerasnya. Sampai akhirnya dinding tersebut jebol dan mengeluarkan cairan hitam licin.

"Kayak dinding di dalam tanah, keras saya hantam awalnya enggak jebol. Akhirnya saya hantam sekeras-kerasnya baru jebol, anehnya keluar cairan hitam mirip oli dari dalam dinding di bagian dalam," sambung Fajar.

Temuan tersebut kemudian membuat heboh, warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Gunungpuyuh dan Koramil 0706 Gunungpuyuh. Aparat kemudian berdatangan ke lokasi dan melakukan pengecekan.

"Kita mendapat laporan dari warga, kita cek ternyata benar ada lubang aneh di kedalaman kurang lebih 2 meter. Dugaan sementara ini adalah bungker peninggalan jaman dulu, untuk cairan hitam kita masih menunggu hasil dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi," kata Kapolsek Gunungpuyuh, AKP Kosasih didampingi Danramil 0706, Kapten Inf Joko Susilo.

Dugaan bunker tersebut disebut Kosasih, karena menurut keterangan dari penggali ketika dinding jebol masih ada koneksi di dalam lubang yang menyambung ke jalur lainnya. "Ukurannya besar, dan masih ada koneksi ke jalur di sekitarnya. Kita belum berani melakukan pengecekan karena menunggu hasil cairan lab tersebut," pungkasnya.

Berita Populer