•   Kamis, 14 November 2019
Korban Ketidak Adilan

Warga Sumberanyar Marah, Tambang Di Lokasi TNI AL Minta Ditutup

( words)
Warga duduk-duduk di bawah alat berat yang dihentikan. Mereka bentangkan poster dan spanduk bernada protes. (SP/dir)


SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Ratusan warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (26/4/2018), tumpah ruah di lokasi tambang sirtu yang ada di desanya. Aksi demo kesekian kalinya ini sebagai bentuk pemolakan tambang sirtu milik PT Winona. Warga tetap minta supaya tambang yang masih operasi itu ditutup total.

Alasannya, PT Winona, pemilik tambang, tidak ijin kepada warga maupun kepada pemerintah desa. Padahal tanah yang dikeruk Winona bukan murni milik TNI AL. Kata Eko Suryono, tanah masih dalam sengketa sehingga TNI AL tidak bisa melakukan bernuat seenaknya sendiri. Demikian juga dengan warga, pun tidak bisa serta merta mengolah lahan tersebut dengan seenaknya. Maka dengan itu, warga dengan tegas minta supaya tambang ini ditutup.

“Logika saja, kalau di belakang penambang itu tidak ada oknum TNI AL tidak akan berani ujug-ujug menambang. Kalaupun memang penambang itu akal-akalan pakai nama TNI AL, masak TNI AL yang dicatut namanya untuk perbuatan jahat hanya diam saja. Sudah jelas, ada apa antara penambang dengan oknum-oknum TNI AL itu. Ini bisnis bernilai besar. Tanah uruk atau sirtu itu dikirim ke proyek tol, Pak,” kata Eko Suryono dengan nada geram.

Warga yang sudah ada di lokasi tambang tidak bisa dibendung kemarahannya. Mereka langsung menghentikan alat berat yang saat itu masih beroperasi melakukan pengerukan. Dengan gerak cepat warga membentangkan poster dan spanduk berisi protes di bawa becho (alat berat) warna biru laut itu.

Eko Suryono, korlap aksi dalam orasinya mengatakan, tanah yang sekarang dikeruk PTWinona adalah bukan tanah milik TNI AL. Tapi warga masih punya hak. Untuk itulah, PT Winona tidak bisa semaunya sendiri menambang tanpa ijin warga dan pemerintah desa. Ini tambang liar, kata Eko, kenapa Sat Pol PP tidak berani menertibkannya.

“Pokoknya tambang harus dihentikan dan ditutup. Tidak peduli milik siapa dan untuk apa tambang itu. Karena tanah yang diusung penambang itu adalah tanah nenek moyang kami, ” tegas Eko yang disambut kata tutup oleh warga pendemo.

Kata Yudha, Kasat Pol PP Kabupaten Pasuruan, tambang ini pernah ditertibkan. Pihaknya waktu penertiban melibatkan petugas Sub Den Pom Pasuruan dan petugas Polres Pasuruan Kota. Kaitan aksi warga ini tidak satupun pihak dari TNI AL yang memberikan tanggapan. Di lokasi demo juga tidak terlihat ada petugas berseragam.dir

Berita Populer