•   Selasa, 31 Maret 2020
Otonomi Daerah

Wow, Batik Jaka Terpilih Ikut Fashion Show Dekranasda Jawa Timur

( words)
Ketua Dekranasda Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasidi berpose dengan menggunakan Batik Jaka di Peringgitan, Pemkab Mojokerto. SP/SMG/DWI


SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Batik Jaka mulai menunjukkan tajinya di kanca perbatikan regional Jawa Timur. Terbukti, batik hasil binaan program CSR PT PRIA ini dipilih mewakili Kabupaten Mojokerto dalam ajang Fashion Show Batik dan Tenun Dekranasda Provinsi Jawa Timur pada 4 Maret 2020 mendatang.

Image
Batik asli kreasi warga Desa Lakardowo Kecamatan Jetis ini bakal dipakai langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi saat berlenggak - lenggok di cat walk.

"Fashion show kali ini yang menjadi model untuk membawakan busana berbahan batik dan tenun adalah Ketua Dekranasda masing-masing Kabupaten atau Kota," ujar Yayuk.

Istri Bupati Mojokerto, Pungkasiadi ini sempat berpikir keras, apa yang dapat disampilkan dari Kabupaten Mojokerto dalam helatan akbar tersebut. Dan akhirnya ia memilih Batik Jaka lantaran motifnya yang mengangkat nilai-nilai lokal Mojokerto.

“Batik ini unik karena benar-benar lokal, pembuatannya bukan asal-asalan dan warnanya juga berani.” ungkapnya.

Untuk mematangkan konsep, Ketua Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto ini mengumpulkan semua pemangku kepentingan yang berkompeten di bidangnya, Jumat (20/2). Selain PT PRIA dengan Batik Jaka nya, turut dihadirkan Kepala Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Kabupaten Mojokerto, Hatta Mustofa.

Hatta Musstofa sebagai Kepala SKB ditunjuk untuk menyiapkan desainer dan penjahit yang berkompeten dalam persiapan fashion show ini.

“Saya merasa senang diajak Batik Jaka sebagai tim desainer dari lomba fashion batik kali ini. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami dipercaya untuk membantu mendesainkan sekaligus menjahit gaun yang nanti akan dipakai oleh Ketua Dekranasda," ungkapnya.

Hatta mengaku jika event ini menjadi ajang bagi pihaknya untuk membuktikan kemampuan dari para anak didiknya yang selama ini di bina dalam kursus menjahit. "Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada semuanya khususnya kepada Batik Jaka," cetusnya.

Sementara itu, Silvia Dewi, Kepala Bidang Ilmatet Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto menjelaskan alasan dipilihnya Batik Jaka karena motif batiknya yang unik dan punya ciri khas khusus yang menampilkan tanaman atau tumbuhan yang tumbuh disekitar Desa Lakardowo.

"Hal ini menambah pengetahuan kita tentang begitu oh ternyata bunga , ada lho di Mojokerto, tentunya dengan segala cerita rakyat sekitar daerah tersebut yang memberi arti," tukasnya.

Ia berharap, dengan dipilihnya Batik Jaka ini dapat membangkitkan motivasi pembatik-pembatik Mojokerto lainnya untuk lebih mengangkat kultur, budaya dan potensi Sumber Daya Alam yang ada di daerah masing-masing. "Sehingga batik Kabupaten Mojokerto mampu bersaing dengan pembatik- pembatik nusantara,” harapnya.

Seperti diketahui, Batik Jaka merupakan brand dari batik yang dihasilkan dari CSR PT PRIA. Memulai tahun 2018, CSR PT PRIA ini menitikberatkan pada pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Diawali dengan menjaring masyarakat sekitar Lakardowo dari nol karena sama sekali tidak tahu apa itu batik, dengan proses yang tepat akhirnya saat ini sudah menghasilkan batik bermutu yang berbasis riset berisi cerita kearifan lokal Mojokerto.

Selain Pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan, program batik ini juga kampanye peduli lingkungan karena batik biasa memerlukan air yang banyak untuk proses dan hasil limbah dengan beban pencemaran tinggi. PT PRIA sebagai pemangku kepentingan yang operasi kerjanya bernapaskan pelestarian lingkungan mengangkat batik yang ramah lingkungan dengan metode pewarna alami dan jika menggunakan pewarna sintetis, limbah selalu diolah oleh PT PRIA menggunakan instalasi WWTP yang memang spesialisasi PT PRIA. dwi

Berita Populer