Xi Jinping Diantara Corona dan Perekonomian China

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mewabahnya virus corona covid-19 yang melanda beberapa negara hingga memakan banyka korban jiwa. Presiden China, Xi Jinping mengatakan siap membantu negara-negara yang saat ini tengah ’berperang’ melawan penyebaran pandemi virus corona. upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak corona yang setiap hari semakin ganas dimana-mana.

Karena wabah virus corona juga menyebabkan China mengkarantina (lockdown) beberapa kotanya yang ternyata banyak menjadi rumah bagi produsen-produsen besar.



Akibat penutupan itu, banyak bisnis dan pabrik-pabrik China terpaksa harus menghentikan atau menunda produksinya, juga memperpanjang libur karyawannya.



Dampak ini juga tercermin dalam ekspor China yang anjlok dalam dua bulan pertama tahun ini, turun 17,2%. Akibat COVID-19 juga, surplus perdagangan negara itu dengan musuh sekaligus temannya, Amerika Serikat (AS) menyempit tajam sebesar 40%.


Namun demikian, NBS menyatakan yakin ekonomi China akan segera pulih. Menegaskan kembali pernyataan pejabat pemerintah yang sebelumnya menyebut dampak corona pada ekonomi hanya akan bersifat jangka pendek dan eksternal.

Pernyataan Xi tersebut disampaikan di tengah percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Valdimir Putin.

Mengutip kantor berita Xinhua, Xi mengatakan jika Beijing bersedia membantu dan bekerja saja dengan Rusia dan negara lain untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat global.

"China memiliki kepercayaan diri, kapasitas, dan kepastian untuk mencapai kemenangan melawan epidemi Covid-19," tulis Xinhua mengutip ucapan Xi kepada Putin.

Merespons pernyataan Xi, Puting mengaku mengapresiasi langkah China dalam menekan penyebaran virus corona.

Dilansir dari CNN, "Rusia sangat menghargai upaya China (memerangi virus corona). China juga telah memberi contoh bagi bagi masyarakat internasional dengan memberikan bantuan bagi negara yang sedang dilanda pandemi," ujar Putin merespons ucapan Xi.

Pandemi virus corona yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 hingga saat ini telah menyebar ke 158 negara di dunia.

Hingga saat ini lebih dari 10 ribu orang dinyatakan meninggal akibat virus corona. Sementara kasus penyebarannya telah mencapai 246.148 dengan 85.763 pasien dinyatakan sembuh.

Kendati angka kematian terus meningkat, untuk pertama kalinya China melaporkan tidak ada kasus infeksi baru di negaranya pada Kamis (19/3). Jika diakumulasi, angka kematian akibat virus corona di seluruh dunia saat ini juga telah melampaui China.

Penyebaran virus corona juga sempat memicu aksi diskriminatif terhadap etnis Asia di negara-negara Eropa. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahkan sempat mengkritik China yang dianggap tidak bertindak cepat menangai penyebaran virus corona hingga meluas ke seluruh dunia.

"Tentu saja dunia harus membayar mahal atas apa yang mereka (China) lakukan (terhadap penyebaran corona)," ujarnya dalam sebuah konferensi pers, Kamis (19/3). (cnn/xh/cr-02/dsy)