“…oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.” (2 Yoh 1:2)

Kapolri dan Kapolda Jatim Yth,

Budi Santoso, Klemen Sukarno Candra dan Aris Birawa, adalahpendiri, penggagas, pemilik dan pengelola Sipoa grup. Saya memanggilnya “trio Sipoa”. Mengapa?

Secara hukum, trio ini pemilik saham mayoritas 22 perseroanterbatas yang berada dalam naungan Sipoa Group.

Secara bisnis, saham-saham trio ini bernilai puluhan miliar. Secara sosial, trio ini kompak. Sampai urusan bisnis di luar kota, mereka sepakat tidur satu kamar.

Tapi jujur, urusan keuangan, selama lebih 12 bulan melakukanpenyamaran di Sipoa Grup, saya tak bisa mengorek bagaimanatrio ini mengelola keuangan Sipoa.

Akhirnya dengan teknik wawancara agitasi, saya bisa mendapatjawaban dari Niken, ujung tombak trio Sipoa.

Setelah rapat direksi, Niken, yang sudah bergabung dengan Budi dan Klemens sejak sebelum tahun 2006, mendekati saya.

Niken berbisik ke saya, “Pak Tatang, keliru kalau urusanmengembalikan uang kastemer meminta ke Pak Kle. Semuauang disimpan Pak Budi. Selama ini, keputusan investasi, permodalan dan operasional ditentukan oleh Pak Budi,” jelas Niken, sambil mengemasi buku catatannya. Niken menyebut, penyimpanan uang disentralkan ke Budi Santoso.

Kapolri dan Kapolda Jatim Yth,

Saat mereka berkantor mewah di Esa Sampoerna Center, Jl. Dokter.Ir. H. Soekarno No. 198, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya Timur, saya tak melihat struktur organisasi Sipoa group.

Justri di kantor yang disewa lebih Rp 3 miliar setahun, sejumlahmaket proyek property impiannya. Kenapa saya menyebutproyek impiannya, karena bangunannya belum ada, kecualibeberapa ruko dan building perkantoran yang belum rampung.

Bagaimana pembagian tugas “trio Sipoa” selama ini. Saya tak melihat struktur organisasi Sipoa group. Justru yang dipajangmaket-maket itu dikemas cantik dalam kemasan kaca tebal.

Saya pernah tanya dimana lokasi “Hong Kong in Surabaya.” keRonny Suwono, agen properti Sipoa. Sambil grotal gratul, pendeta asal Kediri, ini tak bisa menunjukan lokasi. Apalagi saat saya tanya maket “Hong Kong in Surabaya” akan dibangun? Diatersipu-sipu. Lalu mengalihkan pertanyaan ke soal gedung-gedung bertingkat di Surabaya Timur yang bisa dilihat dari gedung Esa Sampoerna.

Jadi, Aris Birawa, ‘’Trio Sipoa” paling muda, mengaku bisa sajamengklaim dirinya adalah tukang gambar di Sipoa yang tak dibayar? Pernyataan ini membuat saya tercengung atau terkejut.

Bagi saya yang menggunakan akal sehat, pernyataan Aris semacam ini saya anggap diluar nalar. Mengapa? Trio Sipoa ini, kemana-mana runtang-runtung. Adalah tidak bisa diterima akalsehat bila sekarang saat kasusnya dibongkar oleh Polda Jatim, Aris menghindar dari tanggungjawab dengan berdalil tukang gambar dan tidak tahu menahu urusan kastemer Royal AfatarWorld (RAW) yang dibangun oleh PT Bumi Samuda Jedine.

Saya mengatakan Aris mengaku tidak tahu menahu ituimpossible. Maklum, Aris sejak Juli 2017 mendapat kuasadirektur utama dari Budi Santoso. Aris mengikuti rapat dengankastemer yang melakukan demo tanggal 15 Januari dan 5 Februari 2018. Selain itu, Aris, orang yang ikut menyaksikanpertemuan dengan Agung Wibowo. Bahkan Aris, ikutmenandatangani puluhan cek yang diberikan kepada Kastemeryang ternyata bodong.

Minggu siang (3/06/2018), ia menelepon saya melalui HPnya. Dalam serangkaian pembicaraan, Aris menutup dengan kata ‘’akan ada kebenaran’’

Saya bertanya apa maksud ‘’kebenaran” itu. Apakah Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra, sebagai Direktur Utama PT Bumi Samudra Jedine, menggunakan uang kastemerapartemen RAW sejak tahun 2014, tetapi sampai Juni 2018 ini tidak segera membangun, sehingga kastemer marah, apakahbenar? Aris menjawab ‘’ya gak benar.’’

Kapolri dan Kapolda Jatim Yth,

Aris Birawa, yang bicara kasus dugaan penipuan, penggelapandan pencucian uang, kemudian menggunakan kata ‘’kebenaran’’, nuansanya mengajak saya mengikuti maknakebenaran dalam ajaran Kristen.

Saat saya melakukan investigasi reporting skandal Bethany, saya sempat membeli buku injil perjanjian baru dan lama. Buku inimasih saya simpan. Kegunaannya untuk membandingkandengan kitab suci saya, Al Qur’an.

Minggu siang itu, saya menemukan firman 2 Yoh 1:2 yang mengatakan ‘’…oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya. "

ada dua makna yang saya serap dari firman ini. Pertama, kebenaran itu tetap di dalam kita. Kedua, kebenaran itumenyertai kita sampai selama-lamanya’’. Saya mencobamenghubungi teman saya yang pernah sekolah Teologi di Yogjakarta.

Dalam diskusi melalui telepon, saya menafsirkan kebenarandalam firman itu menurut nalar seorang muslim. Pertama makna‘’kebenaran itu tetap di dalam kita’’. Bagi saya, firman ini mengajarkan bahwa kebenaran itu harus muncul dari hatinuraninya yang ada di dalam sanubari, bukan sekedar ucapantanpa nilai. Kedua, makna ‘’ kebebaran menyertai kita sampaiselama-lamanya’’ saya artikan bahwa kebenaran yang dinyatakan oleh seseorang sekarang ini harus bisa dipertanggungjawabkan sampai hari akhir atau hari kiamat.

Teman saya menambahi bahwa "Kebenaran" dalam kekristenan,diartikan sebagai suatu "Doktrin" yang benar. Dan dimaksuddoktrin yang benar adalah suatu "Pernyataan" yang benar atau realitas.

Baginya, sebuah kebenaran baru dapat dikatakan sebagai"Kebenaran" jika memiliki dua syarat umum yaitu pernyataanyang benar dan perwujudan atau realitas dari pernyataan yang benar .

Bila tidak tidak memiliki dua persyaratan ini, teman saya menilai pernyataan kebenaran yang dinyatakan seseorang adalahpalsu.

Dalam kasus menggunakan uang kastemer apartemen RAW sejak tahun 2014 dan sampai Juni 2018 belum ada pembangunan apartemen, apalagi penyerahan unit, pernyataan yang benar apa?

Aris menegaskan, tidak benar. Bahkan ia menuding perbuatanitu hanya dilakukan oleh Budi Santoso dan Klemens Sukarno. Dirinya tidak ikut-ikutan. Penegasan ini aku Aris, juga sudahdisampaikan ke penyidik Polda Jatim.

Apakah menggunakan uang kastemer yang jumlahnya 1.044 orang sampai merugikan kastemer sebesar Rp 166 miliar, sebuah realitas dari penyataan Aris yang menuding Budi Santoso dan Klemens, gak benar.

Jadi, Aris Birawa, sebagai anggota ‘’trio Sipoa’’ mengakuiperbuatan Budi dan Klemens, yang merugikan kastemer, tidakbenar!. Dan perbuatan iBudi dan Klemens, yang merugikanribuan pembeli apartemen RAW, merupakan realitas.

Teman saya yang beragama nasrani menegaskan, istilah"Kebenaran" menurut Alkitab yang telah dipelajari selama ini,tidak cukup hanya memiliki dua syarat diatas. Teman saya bilang, sedikitnya masih harus ditambah tiga syarat lagi, yaitu : Sifat kekal, Memerdekakan (Yoh.8:32), dan Menguduskan(Yoh.17:17).

Dengan penjelasan teman saya ini, saya menghubungi Aris lagi melalui telepon. Sebagai jurnalis yang beriman, jujur saya penasaran dengan pernyataan Aris yang menurut saya sokmuralis.

Saya katakan, bahwa saya tidak tega menyaksikan penderitaankastemer RAW, yang tiap hari merengek minta pengembalianuangnya. Mereka itu “orang awam” . Rengekan ini yang membuat saya sedih. Ternyata Budi cs, tetap tak inginmengembalikan. Saya menilai Budi Santoso cs termasuk orangtegaan. Apa yang dilakukan dan diucapkan ambigu/

Padahal dalam Al kitab, ditegaskan Tuhan menghendaki agar manusia mengetahui kebenaran (1Tim.2:4). Bahkan Tuhanmenjanjikan berkat rohani dan materi untuk mereka yangmencari kebenaran (Mat.6:33). Artinya, kebenaran hanya dapatdiketahui dan ditemukan melalui Alkitab.”

Dalam Alkitab, Tuhan juga telah menetapkan dengan sangatjelas, bahwa berdusta, menipu, dan mencuri itu salah (baca: Kel. 20:15-16; Im. 19:11-13). Tuhan mengulangi ketetapanNya ini sepanjang sejarah. Tuhan menghukum mati Akhan yang tidakjujur (Yosua 7:11), Tuhan juga menghukum mati Ananias dan Safira yang berbohong (KPR 5:3-4) Pertanyaan saya, kemanasaja uang kastemer RAW yang dihimpun sejak tahun 2014 sampai mencapai Rp 166 miliar?

Jujurlah hai Budi Santoso dan Aris Birawa, yang beragamanasrani. Kemana kan uang itu digunakan? Mengapa tidakdigunakan untuk membangun blok-blok apartemen sesaatsetelah menghimpun dana rakyat?.

Benarkah dana-dana kastemer untuk membell tanah di Surabaya dan Bali. Berapa yang disimpan pribadi dan berapa untuk membayar bunga para investor. Jujurlah. Bila tidak, sesuaiajaran agama Kristen bahwa orang tidak jujur, mencuri, menipudan berdusta, akan dihukum mati oleh Tuhan seperti frmahYosua 7;11. (tatangistiawan@gmail.com, bersambung)

Tatang Istiawan (Tokoh Pers Jawa Timur)