Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makardan pengelabuan, tempatnya di neraka”. (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1058).


Sdr Budi Santoso, Klemens, dan Aris Birawa,

Sampai membuka bisnia property berbendera Sipoa Group apakah Anda pernah mendengar peristiwa hukum? Sejauh yang saya serap di masyarakat, pada umumnya orang tahu tentang peristiwa hukum. Tetapi memahaminya belum semua orang mengenal.

Nah, orang-orang lulusan Fakultas Hukum, umumnya mengenali peristiwa hukum sebagai sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan akibat hukum.

Nah, hubungan Anda sebagai pengelola proyek Royal Afatar World (RAW) melalui PT Bumi Samudera Jedine dengan kastemer RAW yang datang dari berbagai lapisan adalah peristiwa hukum jual beli. Akibat hukum dari jual beli ini, bisa masuk ranah penipuan, penggelapan dan wanprestasi.

Pemahaman saya tentang teori dalam hukum pidana mengenai penipuan, terdapat dua sudut pandang. Pertama pengertian bahasa dan kedua menurut pengertian yuridis.

Menurut Pengertian Bahasa, dirumuskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus ini menyebutkan bahwa tipu berarti kecoh, daya cara, perbuatan atau perkataan yang tidak jujur (bohong, palsu, dsb), dengan maksud untuk menyesatkan, mengakali, atau mencari untung.

Makna Penipuan berarti proses, perbuatan, cara menipu, perkara menipu (mengecoh). Ini artinya bahwa yang terlibat dalam penipuan adalah dua pihak yaitu orang menipu disebut dengan penipu dan orang yang tertipu.

Secara harfiah, penipuan dapat diartikan suatu perbuatan atau membuat, perkataan seseorang yang tidak jujur atau bohong dengan maksud untuk menyesatkan atau mengakali orang lain untuk kepentingan dirinya atau kelompok.

Sementara menurut pengertian yuridis, yang dimaksudkan Tindak Pidana Penipuan telah dirumuskan dalam KUHP. Dan secara ilmiah, rumusan penipuan dalam KUHP bukan suatu definisi melainkan hanya untuk menetapkan unsur-unsur suatu perbuatan sehingga dapat dikatakan sebagai penipuan dan pelakunya dapat dipidana.


Sdr Budi Santoso, Klemens, dan Aris Birawa,

Sekedar Anda ketahui bahwa KUHP, di dalam Bab ke XXV menggunakan perkataan “Penipuan” atau “Bedrog”.

Para guru besar hukum pidana mengenali didalam bab tersebut diatur sejumlah perbuatan-perbuatan yang ditujukan terhadap harta benda.

Bab ini mengatur bahwa si pelaku telah dipergunakan perbuatan-perbuatan yang bersifat menipu atau dipergunakan tipu muslihat. Dan tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal 378 KUHP.

Kejahatan dalam Pasal 378 KUHP dinamakan kejahatan penipuan. Penipu itu pekerjaannya yaitu membujuk orang supaya memberikan barang, membuat utang atau menghapuskan piutang. Dan maksud pembujukan itu ialah hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. Proses membujuknya dengan memakai Nama palsu atau keadaan palsu, Akal cerdik (tipu muslihat) atau Karangan perkataan bohong

Anda perlu tahu bahwa hakikat membujuk dalam peristiwa hukum yaitu melakukan pengaruh dengan kelicikan terhadap orang, sehingga orang itu menuruti berbuat sesuatu yang apabila mengetahui duduk perkara yang sebenarnya, ia tidak akan berbuat demikian itu. Maka itu, kejahatan ini dinamakan kejahatan penipuan.

Sadarkah Anda telah “membujuk atau tipu muslihat” masyarakat yang semula tidak tahu tentang apartemen RAW, di Waru (lokasinya yang jlepit di samping kampus STIE Mahardika) menjadi membeli?.

Sadarkah Anda, publik membeli apartemen masih dalam bentuk gambar. Artinya bila gambar apartemen itu tidak diiklankan, dipromosikan melalui spanduk bergambar Bupati Sidoarjo Saiful Illah, gathering, penawaran melalui sales di konter-konter mall, publik tergerak untuk membeli apartemen yang masih berbentuk gambar apartemen.

Jadi, apartemen RAW ini belum berupa fisik. Sementara gambar apartemen yang Anda lukis dalam bentuk blok-blok rumah bertingkat, ada halaman dan fasilitas, ternyata sampai kastemer melapor ke Polda Jatim, tidak pernah menjadi realitas. Gambar-gambar itu hanya berbentuk potret apartemen yang dilukis seorang arsitek.

Sadarkah Anda mengutip uang publik sebanyak 1.044 orang yang beragam kelas sosial, asal usul dan tempat tinggal (sejak tahun 2014), sampai sekarang uang itu masih Anda kantongi atau simpan sendiri? Dan ternyata kumpulan uang publik itu telah mencapai Rp 166 miliar dan tidak Anda gunakan untuk membangun apartemen yang Anda janjikan.

Sadarkah Anda peristiwa hukum ini merupakan “hendak menguntungkan diri sendiri dengan melawan hak?” dari Anda?

Sadarkah dalam proses ini ada akal cerdik, tipu muslihat dan perkataan bohong?. Bila Anda menggunakan kaidah dan nilai-nilai orang beriman, insya Allah Anda tidak akan bersilat lidah.

Tetapi bila Anda berkelit, misalnya apa yang Anda lakukan sejak tahun 2014 hingga Mei 2018 bisa ditafsirkan sebagai wanprestasi, Terutama oleh dalih kuasa hukum yang acapkali subyektif menelaah hukum.

Bila Anda sampai berkelit, itu tandanya Anda tidak berkata jujur yang diajarkan oleh Islam dan Kristen, agama yang Anda anut bertiga.

Sdr Budi Santoso, Klemens, dan Aris Birawa,

Jujur, dengan menggunakan tolok ukur pengertian-pengertian di atas, saya mencoba untuk menyimpulkan tentang pengertian penipuan yaitu tipu muslihat atau serangkaian perkataan bohong sehingga seseorang merasa terpedaya karena perkataan yang seakan-akan benar.

Menggunakan tolok ukur ini, patut diduga Anda bertiga melakukan serangkaian perkataan bohong, tipu muslihat, sehingga masyarakat sejumlah 1044 yang semula tidak tahu ada proyek apartemen RAW dijual murah, terpedaya dengan perkataan Anda bertiga.

Aris Birawa, meski bukan direktur utama, tetapi ia direktur di PT Bumi Samudra Jedine. Bahkan sejak Juli 2017 telah mendapat kuasa dari Budi Santoso Direktur Utama PT Bumi Samudra Jedine. Malahan Aris Birawa, ikut menandatangani cek-cek yang diberikan kepada kastemer dan ternyata kosong.

Pada peristiwa hukum sejak tahun 2014, Anda telah menerangkan sesuatu yang seolah-olah betul atau bakal terjadi yaitu membangun apartemen RAW di Waru Sidoarjo. Tetapi sesungguhnya perkataannya itu adalah tidak sesuai dengan kenyataannya yaitu sampai Mei 2018, apartemen itu belum Anda serahkan kepada kastemer yang sudah membayar lunas. Apalagi membangun blok-blok apartemen,

Peristiwa hukum yang Anda lakukan terkesan hanya untuk meyakinkan orang yang menjadi sasaran agar membeli apartemen yang Anda kelola, sesuai keinginan Anda.

Sedangkan menggunakan kedudukan palsu agar orang-orang yakin akan perkataan Anda dalam promosi antara lain membawa nama Bupati Sidoarjo Saiful Illah dalam promosi. Selain Anda menyewa kantor prestige di Esa Sampoerna Center Surabaya.

Saya percaya, bila Anda mau bicara dengan mata hati, siatu penipuan apalagi yang menghebohkan seperti Siupoa, dikalangan masyarakat merupakan perbuatan yang sangat tercela. Kebetulan kastemer yang menjadi korban Anda, progresif.

Selain melakukan aksi-aksi demo menuntut pengembalian uangnya, juga melaporkan dugaan tindak pidana Anda ke pihak kepolisian. Selain ada yang melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Surabaya,

Mendalami peristiwa hukum yang Anda ciptakan, saya memetik ada tipu muslihat atau serangkaian perkataan bohong sehingga 1044 orang merasa terpedaya karena promosi yang Abda lakukan seakan-akan benar akan diwujudkan membangun apartemen RAW di Waru, dengna harga murah, seperti tagline Sipoa “Sistem investasi property orang awam”. Jadi, sasaran Anda membidik orang awam agar berinvestasi di property yang Anda kelola. (tatangistiawan@gmail.com, bersambung)


Tatang Istiawan (Tokoh Pers Jawa Timur)