Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

surabayapagi.com
Kondisi bangunan SPPG di Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang hujan angin kencang. SP/ BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Hujan deras yang disertai angin kencang baru saja mengakibatkan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro mengalami kerusakan cukup parah, pada Sabtu (11/04/2026), kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB. 

Kepala Desa Mlideg, Erik mengungkap, jika cuaca yang semula mendung kemudian berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang dari arah utara yang menerjang proyek pembangunan SPPG di Dusun Ngrapah RT 16/RW 04. Padahal, diketahui jika kondisi bangunan memang belum sepenuhnya rampung karena masih dalam tahap konstruksi.

Baca juga: Kota Malang Diguyur Hujan Deras, BPBD Catat 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir

"Hujan deras bercampur angin kencang yang datang dari utara lalu menerjang bangunan SPPG di Dusun Krapyak. Bangunan itu masih dalam tahap pengerjaan, sehingga belum sepenuhnya selesai," kata Erik, Minggu (12/04/2026).

Baca juga: Puluhan Rumah Warga Singosari Malang Rusak Diterjang Angin, Kerugian Ditaksir Rp65 Juta

Namun karena kuatnya terpaan angin membuat atap seng galvalum dan rangka besi bangunan ambruk. Bagian belakang bangunan menjadi area yang paling terdampak karena tidak mampu menahan terjangan angin. 

Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, material bangunan di bagian belakang tampak berserakan akibat sapuan angin kencang. "Kerusakan terjadi pada bagian belakang bangunan. Tidak ada korban jiwa," ujar Erik.

Baca juga: Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Hingga saat ini, Pemerintah Desa Mlideg bersama instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan pengecekan lebih lanjut guna menaksir total kerugian material. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Bojonegoro. bj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru