Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

surabayapagi.com
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai inovasi yang tengah disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air. Sejalan dengan prediksi BMKG yang menyebutkan musim kering tahun ini berpotensi cukup parah.

“Kita mengantisipasi kekeringan yang diprediksi BMKG akan cukup parah. Maka kami memastikan ketahanan pangan, termasuk pengembangan makanan pendamping beras, bisa berjalan,” jelas Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Selasa (14/04/2026).

Baca juga: Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Lebih lanjut, saat ini pihaknya juga mulai melakukan sejumlah lompatan inovatif di sektor pangan dan sumber daya air. Salah satunya melalui pengembangan sawah hemat air sebagai upaya efisiensi penggunaan air di sektor pertanian, dengan mengembangkan prototipe teknologi mesin penangkap embun yang diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif saat musim kemarau.

Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Malang Lakukan Pemetaan Distribusikan Air Bersih Secara Matang

“Kami sudah memiliki sawah hemat air, dan saat ini sedang melakukan prototyping mesin penangkap embun yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber air ketika kekeringan,” jelasnya.

Baca juga: Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air

Diharapkan, melalui berbagai inovasi tersebut, Pemkab Trenggalek menargetkan dampak kekeringan yang selama ini kerap melanda wilayah tersebut dapat diminimalkan. “Mudah-mudahan Trenggalek yang selama ini sering dihantui kekeringan bisa kita kurangi dampaknya, baik melalui pemerintah daerah maupun partai,” ungkapnya. tr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru