SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Memasuki musim panas yang ekstrem menjelang musim Haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo Marjuni mengimbau calon jamaah haji (CJH) asal Ponorogo menjaga kesehatan mengantisipasi suhu panas di Tanah Suci Makkah dalam menghadapi rangkaian ibadah haji. Pasalnya, saat ini menjalani fase adaptasi terhadap kondisi lingkungan di kawasan tersebut.
“Suhu di Madinah dan Makkah saat ini berkisar 32 hingga 38 derajat Celsius. Jamaah perlu disiplin menjaga kesehatan, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi,” ujar Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo Marjuni, Senin (04/05/2026).
Baca juga: 376 Calon Haji Kloter 46 Gresik Diberangkatkan, Bupati Yani Pesankan Jaga Kesehatan dan Kebersamaan
Sementara itu, untuk saat ini, sebanyak 564 calon haji dari Ponorogo telah tiba di Madinah sejak 28 April dan saat ini menjalani fase adaptasi terhadap kondisi lingkungan, termasuk suhu udara yang cukup tinggi. Meski cuaca panas, aktivitas jamaah calon haji tetap berjalan seperti agenda wisata kota bagi kloter 19 dan 29, serta persiapan jamaah calon haji perempuan untuk ziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Baca juga: Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH
Namun demikian, pihaknya menemukan sebagian jamaah calon haji mulai mengabaikan penggunaan alat pelindung seperti masker dan penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan. “Ada yang merasa sudah terbiasa lalu melepas pelindung. Padahal itu tetap penting untuk menjaga kondisi tubuh,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif
Lebih lanjut, menurut Marjuni menegaskan puncak ibadah haji masih menanti sehingga jamaah diharapkan mampu mengatur aktivitas dan tidak memaksakan diri, termasuk dalam menjalankan ibadah sunah. “Kami juga melakukan pemantauan khusus bagi jamaah risiko tinggi. Jangan habiskan tenaga di awal, fokus menjaga kesehatan agar ibadah wajib berjalan optimal,” ujarnya. pn-01/dsy
Editor : Redaksi