SURABAYAPAGI.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan saat ini para akademisi dan profesor dari berbagai fakultas teknik di Tanah Air telah berhasil menciptakan bahan bakar dari sumber daya lokal yakni minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Dalam konteks inilah Prabowo kemudian mengatakan bahwa pengembangan sumber bahan bakar baru seperti solar dengan campuran minyak sawit tadi harus terus dikembangkan. Di mana pemerintah kini membidik pengembangan produksi bensin dari batu bara.
Baca juga: Proyek Giant Sea Wall di Pantura, Tahun 2027 Dibangun
“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara,” kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Baca juga: Presiden Beri Sinyal KPK Periksa Menteri Nusron
Di luar itu, ia mengatakan bahwa saat ini keberhasilan penggunaan bahan bakar solar dicampur minyak sawit hingga 50% atau B50 telah berhasil membuat Indonesia berhenti melakukan impor solar sejak 1 Juli lalu. Rekam jejak inilah yang kemudian ingin ia pertahankan. “Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri,” tutur Prabowo.
Prabowo menilai langkah penghentian impor solar ini membatu Indonesia terlepas dari krisis energi. Pasalnya, kondisi global yang penuh konflik sekarang ini telah memicu kelangkaan pasokan solar di berbagai negara.
Baca juga: Kongkow Politisi Gerindra-PDIP, Hasilkan Cuan
“Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit,” ucapnya. ec/he
Editor : Redaksi