SURABAYAPAGI.com – Tim bulutangkis beregu putri telah mengamankan medali Asian Games 2026 usai menaklukkan Taiwan di babak perempatfinal. Kini, mereka membidik hasil lebih tinggi.
Kepastian itu diperoleh setelah pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Febriana Dwipuji Kusuma membawa kemenangan bagi Indonesia atas Taiwan 3-1 pada Selasa (22/9/2026).
Baca juga: Jagoan-jagoan Indonesia Belum Naik Panggung
Fadia/Ana yang tampil di partai keempat berhasil mengalahkan Hsu Yin-Hui/Hu Ling Fang dengan skor 21-19, 21-6. Hasil tersebut sekaligus meloloskan tim beregu putri Indonesia ke babak semifinal dan otomatis mengunci medali.
Sesuai regulasi beregu Asian Games, tim yang kalah di semifinal langsung mendapat medali perunggu tanpa perebutan tempat ketiga. Bagi Fadia, ini adalah pencapaian sesuai target awal tim.
“Alhamdulillah perasaannya sangat senang karena bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan kemenangan. Ini goals kami di tim putri untuk mendapatkan medali dan bisa tercapai. Kami juga excited untuk besok di semifinal lawan China,” ujar Fadia dalam keterangannya seusai bertanding.
Voli Pantai Putra
Pasangan voli pantai putra Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly akhirnya meraih kemenangan pertama Asian Games 2026. Mereka masih perlu lebih ketenangan.
Menghadapi wakil Hong Kong, Lee Cheuk Hei/Lee Lit Fung, Imam/Fairuz menang dua set 21-18 dan 21-19 pada laga kedua Pool E, di Hekinan Ryokuchi Beach Court Sub FOP, Selasa (22/9/2026).
Baca juga: Baru Raih total 7 Medali, Belum ada Emas
Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Imam/Fairuz usai hari sebelumnya menelan kekalahan pada pertandingan pertama. Mereka kalah dari Sergey Borgatu/Kirill Gurin dengan skor akhir 1-2 (24-22, 19-21, dan 12-15).
Pelatih voli pantai Indonesia Koko Prasetyo menyambut positif kemenangan tersebut. Namun, ia menilai atletnya masih perlu memperbaiki ketenangan agar dapat tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya.
Imam/Fairuz akan menghadapi pasangan Korea Selatan Inho Bae/Minsu Yeo pada 25 September.
“Alhamdulilah menang. Masih butuh ketenangan untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Koko dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Berburu Emas, Baru dapat 1 Perak dan 3 Perunggu
Menurut Koko, kemampuan terbaik Imam/Fairuz belum sepenuhnya terlihat karena keduanya masih bermain dalam tekanan dan belum tampil secara lepas.
“Anak-anak masih belum bisa main enjoy. Jadi semua kemampuan belum bisa keluar semua,” katanya.
Koko juga menyoroti beberapa aspek teknis yang harus ditingkatkan, terutama kualitas penerimaan bola (receive) serta penyelesaian serangan setelah melakukan pertahanan. jj, usp
Editor : Redaksi