Cegah Anemia, Dinkes Madiun Gencar Kampanye Konsumsi TTD Siswa Putri

surabayapagi.com
Para siswa putri di SMP Islam Terpadu Bakti Ibu Kota Madiun diajak untuk peduli terhadap gizi seimbang. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya menekan kasus anemia, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kota Madiun, saat ini gencar melakukan kampanye konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) terhadap kalangan siswa remaja putri setempat 

Dimana, dalam kegiatan kampanye tersebut merupakan penguatan dari program Aksi Bergizi yang selama ini rutin dilakukan di sekolah-sekolah jenjang SMP dan SMA di Kota Madiun. Selain mencegah anemia, konsumsi TTD juga upaya pencegahan stunting. Dengan rajin mengonsumsi TTD, para remaja putri yang merupakan calon ibu tersebut diharapkan di masa produktif nanti dapat melahirkan generasi yang sehat.

Baca juga: Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030

"Konsumsi TTD secara rutin penting untuk membangun kebiasaan sehat pada remaja putri. Karena itu, Dinkes terus mendorong agar siswi terbiasa mengonsumsi satu tablet setiap minggu sesuai anjuran guna mencegah anemia," ujar Pelaksana Harian Kepala Dinkes PP dan KB Kota Madiun Wahyu Hetty Darmawati.

Ia menjelaskan upaya pencegahan stunting oleh pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan balita yang dalam masa tumbuh kembang mengalami kekerdilan. Namun, juga upaya peningkatan kesehatan dan gizi di masa wanita produktif sebagai calon ibu dan ibu hamil yang tujuannya adalah melahirkan generasi sehat bebas stunting.

Baca juga: Lewat Posyandu ILP, Pemkot Kediri Perkuat Pendampingan Kesehatan Lansia

Peningkatan kesehatan dan gizi di masa perempuan produktif tersebut salah satunya diwujudkan dengan pemberian TTD secara rutin sebagai pencegah anemia. Hal itu, dilatarbelakangi karena kondisi calon ibu yang anemia rawan melahirkan anak yang berpotensi stunting di masa pertumbuhan.

"Harapannya, kepatuhan siswi dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah bisa terus meningkat. Selain itu, kami juga mendorong aktivitas fisik serta konsumsi sayur dan buah," katanya.

Baca juga: Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Sehingga, adanya penguatan Aksi Bergizi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sekolah juga didorong untuk melaksanakan kegiatan itu secara rutin sehingga kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, aktif bergerak, dan minum TTD dapat menjadi bagian dari keseharian para siswa, terutama dalam upaya pencegahan stunting di Kota Madiun. md-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru