Pasca Insiden Kebakaran, Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka

surabayapagi.com
Pendaki bersantai di puncak Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur SP/ MLG

SURABAYAPAGI,com, Malang - Pasca insiden kebakaran yang melanda beberapa waktu lalu, Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya (UPT Tahura) Raden Soerjo membuka kembali akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur, lantaran dilaporkan telah sepenuhnya padam dan kondisi di lokasi tersebut dinyatakan aman.

Kebijakan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang tertuang di dalam Surat Pengumuman Nomor: 500.4.6.10/1690/123.7.2/2026 yang diterbitkan oleh UPT terkait, pada Selasa (22/09/2026). Sedangkan untuk kuota pendakian di Gunung Arjuno-Welirang yang dibuka sebesar 550 orang per hari.

Baca juga: Dorong Optimalisasi Produksi Garam Pemkab Malang Terapkan Sistem ‘Tunnel’

"Benar, pembukaan pendakian (Arjuno-Welirang) dilaksanakan 26 September 2026, untuk kuota tetap sama 550 orang per hari," ujar Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustuningtyas Marini, Minggu (27/09/2026).

Sedangkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi melalui sistem SiPongi maupun hasil penyisiran petugas di lapangan sudah tak mendeteksi adanya titik asap baru di lokasi terdampak kebakaran, yakni di kawasan Gunung Arjuno dan gugusan pegunungan Anjasmoro, sejak Senin (14/09/2026). 

Baca juga: Alas Lali Jiwo Gunung Arjuno Sempat Terbakar, Kini Telah Terkendali, Masih Terus DIpantau

Dari hasil monitoring dan evaluasi kemudian ditindaklanjuti upaya mempersiapkan pembukaan akses pendakian Arjuno-Welirang dengan melaksanakan pengecekan terhadap keamanan jalur yang akan dilalui oleh pendaki. Terdapat empat akses atau jalur pendakian resmi Gunung Arjuno-Welirang, yakni via Sumberbrantas di Kota Batu, Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan, serta Lawang di Kabupaten Malang.

Pemesanan tiket pendakian ke dua gunung tersebut sudah bisa dilakukan mulai per hari ini, melalui laman SiPENERANG maupun tiketpendakian.com. Seluruh pendaki pun diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang telah ditetapkan oleh UPT Tahura Raden Soerjo. Tak hanya itu, petugas di setiap pos pendakian akan melaksanakan pengecekan setiap barang atau logistik yang dibawa oleh masing-masing pendaki. 

Baca juga: Jalur Malang-Lumajang Ditutup Sementara Imbas Meluasnya Karhutla Bromo

"Kami mengutamakan pendaki yang telah melakukan reschedule, karena kurang lebih ada 3.700 orang terdampak (penutupan pendakian akibat kebakaran), kebakaran kan terjadi 18 Agustus dan ditutup 19 Agustus 2026. Dan memastikan mereka membawa sampah logistiknya turun setelah mendaki," ungkapnya. ml-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru