SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Fenomena Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi, kali ini api melahap kawasan wisata Black Lava Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso yang merupakan lahan milik PTPN dan Perhutani tersebut, hingga membakar sekitar 11 hektare lahan, pada Sabtu (26/09/2026).
Sedangkan untuk proses pemadaman dilakukan secara manual. Petugas menggunakan sprayer dan gepyok untuk mengendalikan api di sejumlah titik yang terbakar. Meski kobaran api melanda kawasan di sekitar destinasi wisata, fasilitas wisata Black Lava Plalangan dipastikan tidak terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Gegara Pembakaran Serasah, 1 Hektare Vegetasi Hutan Pinus Oro-oro Ombo Hangus Terbakar
Petugas gabungan menghadapi tantangan dalam proses pemadaman. Akses menuju lokasi kebakaran yang cukup sulit membuat upaya menjangkau titik api tidak mudah. Kondisi medan tersebut membuat penanganan harus dilakukan dengan peralatan manual. Pasalnya, lokasi kebakaran berada tepat di sisi timur Black Lava Plalangan.
Baca juga: Karhutla Telah Padam, Taman Wisata Kawah Ijen Masih Ditutup Sementara
“Fasilitas, sarana prasarana (wisata). Kami prioritaskan bagaimana amannya,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Gede Budiawan, Senin (28/09/2026).
Lebih lanjut, pihaknya menyebut, ancaman Karhutla menjadi perhatian selama musim kemarau. Terlebih, sejumlah kawasan wisata berbasis alam di Bondowoso berada di wilayah yang rawan terjadi kebakaran. Beberapa di antaranya adalah kawasan Kawah Ijen, Kawah Wurung, hingga Pemandangan Arak-arak. Kondisi tersebut membuat pengamanan fasilitas wisata menjadi salah satu langkah yang diprioritaskan Disparbudpora.
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Sementara Demi Keselamatan
Selain pengamanan fasilitas, Disparbudpora juga melakukan pembersihan di sejumlah kawasan wisata dalam dua bulan terakhir. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi api merambat ketika terjadi kebakaran di sekitar destinasi. “Petugas kami juga berkolaborasi dengan pihak lainnya. Agar ketika terjadi kebakaran tidak sampai merambat ke rumah penduduk, fasilitas wisata dan fasilitas pemerintah lainnya,” ujarnya. bd-02/dsy
Editor : Redaksi