SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar diabaikan. Mengingat kelulusannya dari Universitas Tulane tinggal menghitung hari, ia sempat mempertimbangkan kembali tinggal bersama orang tuanya.
Akhirnya, ia mendapat titik terang berkat proyek kelompok yang pernah ia kerjakan mengenai alat pencari berbasis AI. Saat mempromosikannya di sebuah konferensi, seorang karyawan dari perusahaan teknik sipil menghampirinya dan merekrutnya.
Baca juga: TRUMP INGIN PIMPIN CHINA DALAM AI
Bursa kerja saat ini memang cukup sulit bagi lulusan baru, khususnya di bidang seperti pengembangan software, di mana AI kini mengambil lebih banyak porsi pekerjaan. Bahkan di Amerika Serikat, lulusan filsafat, sejarah seni, dan studi etnis mencatat tingkat penyerapan kerja lebih tinggi dari ilmu komputer.
Seiring berkembangnya bursa kerja bersama AI dan sulitnya menemukan pekerjaan awal, mahasiswa dan kampus mulai beradaptasi. Perguruan tinggi bereksperimen memperkuat pelatihan penggunaan perangkat AI.
Kampus menyatakan sebagian besar lulusan akhirnya mendapat pekerjaan, walau belakangan perusahaan yang merekrut bukan raksasa teknologi, melainkan bisnis skala lebih kecil yang mencari bantuan untuk memahami cara pemanfaatan AI.
Baca juga: Jelang Olimpiade 2024, Prancis Gunakan Teknologi AI di Kamera CCTV
Hal itulah yang dialami Zemke yang menghabiskan waktu setahun di perusahaan teknik tersebut sebelum akhirnya direkrut oleh sebuah startup teknologi AI.
Tren Coding Meredup
Tingginya pengangguran yang sekitar 7,1% untuk lulusan baru ilmu komputer dan teknik komputer, menurut analisis Associated Press, mencerminkan besarnya jumlah mahasiswa yang mendaftar selama masa booming coding.
Perekrutan melonjak selama pandemi ketika semuanya beralih ke ranah digital. Lowongan pengembangan software di situs pencari kerja Indeed mencapai puncak awal tahun 2022.
Namun kini, raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google beralih ke AI untuk mengerjakan porsi penulisan kode yang lebih besar. Perusahaan besar seperti Amazon memangkas pegawai seiring meroketnya pengeluaran untuk AI. Pekerjaan di bidang pengembangan software yang diiklankan pun jauh lebih sedikit. ec/he/afp
Editor : Redaksi