Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

surabayapagi.com
Foto Menika Susanti, Manifest penumpang KM Virgo Transport 8 tercantum nama Menik SP/ROH

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu kabar keberadaan perempuan yang tercatat sebagai penumpang Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8.

Menika merupakan salah satu dari 57 orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026.

Baca juga: Susanto Korban KMP Virgo Transport 8 di Temukan, Hari Ini Dimakamkan di Desanya

Berdasarkan data manifes Kapal Virgo Transport 8, Menika tercatat sebagai Crew Music di kapal naas tersebut. 

Kamituwo Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Pairin, mengatakan Menika Susanti tercatat sebagai warga Dukuh Krajan RT 3/RW 1 Desa Baosan Lor, sebelumnya Menika cukup lama tinggal di Surabaya mengikuti mantan suaminya.

“Sampai hari ini belum ada kabar. Dan sedangkan keluarga ya masih menunggu info itu, Mas.” kata Pairin, Kamis (01/10/2026).

Menurut Pairin, setelah bercerai dengan suaminya, Menika kembali ke rumah Bapaknya Pardi alias Menik di Baosan Lor sekitar 2023-2024. Namun, administrasi kependudukannya belum sepenuhnya masuk ke desa.

“Setelah pindah dari Surabaya, mengurus administrasi itu pun belum masuk ke desa, Mas. Belum, tapi kalau ke RT-nya sudah. Jadi seperti fotokopi KK itu di RT ada,” ujarnya.

Pairin mengatakan pihak desa berkoordinasi dengan keluarga setelah mendapat informasi bahwa nama Menika tercantum dalam manifes penumpang Virgo Transport 8.

Keluarga kemudian berupaya menelusuri keberadaan Menika hingga Surabaya. Adik Menika bernama Aan, bahkan sempat berada di Surabaya selama sekitar dua hingga tiga hari untuk mencari informasi.

“Intinya ya sudah, intinya kita slameti di rumah, gitu lho. Maksudnya kalau adiknya orang sini itu kan ya hitung dino,” kata Pairin.

Meski demikian, keluarga masih berharap Menika ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca juga: Ahli Waris Korban Insiden KMP Virgo Transport 8, Disantuni Rp 70 juta

“Ya kalau keluarga itu ya harapannya ketemu dalam keadaan sehat. Tapi seperti itu, Mas. Tapi kalau istilahnya nanti ketemu sudah meninggal, ya sudah menerimalah,” ujarnya.

Pairin menyebut Menika merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini, tiga anak Menika masih berada di Surabaya. Menurut dia, anak-anak tersebut sudah beranjak remaja dan dewasa.

Menika juga diketahui berstatus janda setelah bercerai dari suaminya. Sebelum kembali ke Ponorogo, ia disebut telah cukup lama tinggal di Surabaya.

Bagi pemerintah desa, kepastian keberadaan Menika menjadi harapan keluarga sekaligus warga Baosan Lor. Apalagi, proses pencarian korban Virgo Transport 8 hingga kini masih terus berlangsung.

“Mudah-mudahan cepat ketemu, Mas, apapun keadaannya. Alhamdulillah kalau mungkin ya, Mas, istilahnya Yang Mahakuasa masih sayang, masih terdampar di mana, masih dalam keadaan masih hidup. Kalaupun sudah enggak ada ya, mudah-mudahan cepat ketemu, secepat-cepat ketemu jenazahnya,” tutur Pairin.

Diketahui sebelumnya, KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 saat membawa 243 orang. 

Terbaru, sebanyak 186 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 korban selamat dan 78 orang meninggal dunia. Sementara 57 orang lainnya masih dalam pencarian. 

Pada hari ke-18 operasi SAR, Rabu (30/9/2026) kemarin, tim gabungan kembali menemukan empat jenazah. Satu jenazah ditemukan di Pantai Sukamara, sedangkan tiga lainnya ditemukan di Sungai Teruntun, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang masih dicari berkurang dari 61 menjadi 57 orang. Basarnas mengerahkan 1.042 personel gabungan yang melakukan pencarian melalui unsur udara, laut, darat, serta penyelaman. 

Sementara ini, pencarian korban Virgo Transport 8 masih difokuskan di sejumlah wilayah perairan dan pesisir Kalimantan. Tim SAR juga masih melakukan penyisiran terhadap kemungkinan korban yang berada di sekitar maupun di dalam bangkai kapal. roh

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru