SURABAYAPAGI.com, Surabaya – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Se Surabaya yang berlangsung Sabtu (3/10). Kegiatan ini mendekatkan para kader dengan masyarakat.
Dalam kegiatan yang diikuti kader dari sejumlah wilayah tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengingatkan bahwa kekuatan utama partai terletak pada kemampuan kader mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Fraksi PDIP Jatim Soroti Rendahnya Realisasi Deviden BUMD
Politisi senior yang akrab disapa Cak Ji tersebut menegaskan pentingnya soliditas kader serta kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus ranting diminta aktif turun ke lapangan dan menjadi jembatan aspirasi warga kepada legislatif maupun eksekutif.
"Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu," tegas Armuji di hadapan peserta Musran.
Menurutnya, PDI Perjuangan memiliki kekuatan struktur organisasi yang lengkap mulai tingkat pusat hingga ranting. Selain itu, partai juga memiliki perwakilan di DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, DPR RI, hingga pemerintahan daerah yang harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Armuji juga mengingatkan kader agar tidak terpengaruh provokasi maupun upaya adu domba dari pihak luar. Ia meminta seluruh kader tetap fokus bekerja untuk rakyat dan menjaga kekompakan organisasi.
"Makanya, kalau ada partai-partai baru yang telah mengejek-ngejek PDI, yang telah mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, kita melihat ke bawah. Bahwa di sana itu masih ada rakyat kita yang membutuhkan bantuan kita.
Membutuhkan pertolongan kita," tegasnya.
Di sisi lain, Armuji menegaskan DPC PDI Perjuangan Surabaya tidak akan memberikan toleransi terhadap kader maupun pengurus yang terlibat praktik percaloan, pungutan liar, penyalahgunaan program bantuan, hingga permainan proyek dan rekrutmen tenaga kerja.
Baca juga: Banyak Gunung Erupsi, Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Pemprov Peta-kan Prioritas Bencana
Ia mencontohkan berbagai program bantuan yang diperjuangkan partai harus sampai kepada masyarakat tanpa adanya pungutan atau keuntungan pribadi dari oknum kader.
"Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk outsourcing lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan," ujarnya.
Menurut Armuji, sikap tegas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga marwah partai sekaligus pembelajaran dari berbagai kasus yang pernah terjadi sebelumnya agar tidak terulang kembali.
Baca juga: Demokrat dan PDIP Sependapat Kekuasaan bukan Milik Seseorang Selamanya
Dalam kesempatan itu, Armuji juga membakar semangat kader menjelang Pemilu 2029. Ia optimistis PDI Perjuangan mampu kembali meraih kemenangan, namun mengingatkan bahwa pertarungan politik ke depan akan semakin berat sehingga membutuhkan kerja keras seluruh struktur partai hingga tingkat ranting.
"Sebagai ujung tombak partai, ranting harus mampu menarik hati rakyat. Kalau kompak, solid, dan bekerja untuk masyarakat, saya yakin kita bisa memenangkan kembali pertarungan 2029," pungkasnya.
Musyawarah Ranting ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Kota Surabaya hingga tingkat kelurahan sekaligus penetapan kepengurusan ranting yang akan menjadi garda terdepan partai dalam melayani dan menyerap aspirasi masyarakat. Alq
Editor : Redaksi