SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Legislor Gerindra mengatakan Kapolri tak akan kompromi dengan petugas yang menyalahgunakan kewenangan.
Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, yakin institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto akan semakin baik. Martin optimistis sumber daya manusia (SDM) Polri bersikap profesional dan transparan.
Baca juga: Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus
“Dengan sikap dan gaya kepemimpinan yang tegas, saya yakin standar SDM Polri ke depan akan semakin meningkat dan semakin profesional dalam bekerja,” kata Martin kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Martin menyebut Jenderal Suyudi memiliki kepemimpinan yang tegas dan disiplin. Ia berharap slogan ‘Polri Bersama Masyarakat’ bisa diterapkan dengan baik. Ia menyebut Jenderal Suyudi akan berkomitmen terhadap pelayanan masyarakat.
“Saya yakin Jenderal Suyudi tidak akan kompromi dan akan bertindak tegas bagi anggota Polri yang nakal dan tidak profesional dalam bekerja,” tambah.
Diketahui, Presiden Prabowo melantik Suyudi di Istana Kepresidenan pada Kamis (1/10). Prabowo memandu pembacaan sumpah dan janji jabatan Kapolri yang diikuti oleh Suyudi.
Rotasi besar-besaran di tubuh Polri pada awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dinilai bukan sekadar penyegaran organisasi. Perubahan sejumlah jabatan strategis dinilai menjadi bagian dari upaya mempercepat konsolidasi sekaligus memperkuat profesionalisme Korps Bhayangkara. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Secara keseluruhan, terdapat 88 perwira tinggi dan perwira menengah yang mendapat penugasan baru, termasuk 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 posisi Kapolda.
Baca juga: Hari Juang Polri: Kapolri Serukan Penguatan Nilai Juang di Kalangan Generasi Muda
Pemerhati kepolisian Poengky Indarti mengatakan rotasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi kepolisian, terlebih ketika terdapat pergantian pucuk pimpinan.
“Saya melihatnya sebagai rotasi penyegaran serta penguatan. Suatu hal yang biasa dan harus segera dilakukan agar ritme kerja Polri lebih maksimal. Hal ini pasti akan lebih mempercepat konsolidasi Kapolri baru,” kata Poengky kepada Inilah.com, di Jakarta, Minggu (4/10/2026)
Menurut dia, salah satu hal positif dari mutasi tersebut terlihat dari penempatan sejumlah perwira pada jabatan strategis yang dinilai sesuai dengan pengalaman dan kompetensinya. Poengky mencontohkan Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti yang kini dipercaya menjadi Kabaintelkam. Menurutnya, Dedy memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen sehingga memiliki kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni untuk menjalankan tugas tersebut.
Baca juga: Kapolri Tengah Pertimbangkan Pencabutan SIM Bagi Pelanggar Lalu Lintas
Sementara posisi Kabareskrim dipercayakan kepada Irjen Pol Asep Safrudin. Poengky menilai latar belakang reserse yang dimiliki Asep menjadi modal penting untuk memimpin institusi yang memiliki tugas utama dalam penegakan hukum tersebut.
Untuk posisi Kakortastipidkor, Poengky menilai Irjen Pol Arie Ardian Rishadi juga memiliki bekal pengalaman yang relevan karena pernah bertugas di bidang penegakan hukum, baik reserse kriminal umum, reserse narkoba maupun sebagai pimpinan kewilayahan.
Dengan demikian, Poengky menilai mutasi pada awal kepemimpinan Suyudi tidak semata-mata harus dilihat sebagai pergantian personel. Lebih jauh, rotasi tersebut dapat menjadi instrumen untuk menempatkan perwira berdasarkan pengalaman dan kompetensi sekaligus mempercepat konsolidasi internal Polri . jk, in, dna
Editor : Redaksi