RS di Sidoarjo Ubah Ruang Staf Jadi Kamar Pasien Imbas Kenaikan Kasus Influenza

surabayapagi.com
Influenza tengah merebak di Sidoarjo, ratusan tempat tidur rumah sakit penuh terisi. SP/SDA

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti lonjakan kasus influenza yang juga disebut sebagai superflu mengakibatkan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir penuh, bahkan pihak rumah sakit terpaksa mengubah sejumlah ruangan manajemen menjadi ruang perawatan tambahan untuk menampung pasien yang mengalami gejala influenza, karena kamar perawatan penuh

Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika, dr Nur Alfiani, mengatakan peningkatan kasus influenza memang tengah terjadi. Pasien yang datang didominasi anak-anak dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, dan pilek. Pasien anak menjadi salah satu kelompok yang cukup banyak menjalani perawatan karena lebih rentan terhadap infeksi virus influenza.

Baca juga: Kantor Desa Mliriprowo Digeruduk Warga, Kades Mamok Widodo Janji Bangun Gorong-Gorong Sepekan Lagi

Sedangkan lonjakan pasien telah terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir. Dari sekitar 110 tempat tidur yang sebelumnya tersedia, seluruhnya terisi sehingga rumah sakit menambah kapasitas menjadi 120 tempat tidur. "Memang saat ini sedang marak kasusnya," ujar dr Nur Alfiani, Rabu (07/10/2026).

Baca juga: Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Sekitar 80% pasien yang menjalani perawatan disebut mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza. Kondisi tersebut juga membuat kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) meningkat dibandingkan kondisi normal. Rata-rata pasien membutuhkan waktu perawatan sekitar 3 hari sebelum diperbolehkan pulang. 

Gejala yang umum ditemukan antara lain batuk kering, pilek, dan demam tinggi yang dapat mencapai 39 hingga 40 derajat celsius, terutama pada beberapa hari pertama. Pasien juga dapat mengalami nyeri otot dan malaise atau kondisi tubuh yang terasa sangat lemas dan tidak nyaman. Bahkan, komplikasi yang lebih serius, termasuk pneumonia atau radang paru-paru dan gangguan pernapasan.

Baca juga: Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Oleh karenanya, Dokter mengimbau masyarakat turut meminta masyarakat untuk hidup disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Upaya tersebut antara lain dengan rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, serta menerapkan etika batuk dan bersin. sd-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru