SURABAYAPAGI.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa kredibilitas fiskal menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Juda Agung dalam forum Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026 yang berlangsung pada Senin (12/10/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Structural Transformation through Productivity and Industrial Upgrading ” atau transformasi struktural melalui peningkatan produktivitas dan pengembangan industri.
Baca juga: APBN 2027, Porsi Aggaran Pendidikannya Rp 824 triliun
Menurut Juda, kredibilitas fiskal merupakan modal penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pengelolaan fiskal yang kredibel dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor, mengurangi ketidakpastian, serta mendukung investasi produktif yang dibutuhkan untuk mempercepat transformasi struktural ekonomi nasional.
“Kredibilitas fiskal merupakan aset paling penting yang dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujar Juda Agung.
Baca juga: Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN
Ia menambahkan, pengelolaan fiskal yang kredibel perlu diimbangi dengan fleksibilitas agar APBN mampu merespons perubahan kondisi ekonomi. Meski demikian, fleksibilitas tersebut harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan fiskal.
Juda menjelaskan bahwa APBN memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian, melindungi masyarakat, serta mendukung transformasi ekonomi. Ketiga fungsi tersebut perlu dijalankan melalui belanja negara yang produktif dan program perlindungan sosial.
Baca juga: MK Putuskan Anggaran MBG Dipisahkan, Istana Hormati
Menurutnya, belanja produktif berperan mendukung aktivitas ekonomi dan investasi. Sementara itu, perlindungan sosial diperlukan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus menopang daya beli dan konsumsi rumah tangga.
Untuk memastikan fungsi APBN berjalan secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta menjaga pembiayaan tetap dilakukan secara hati-hati. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kemampuan APBN dalam menghadapi dinamika ekonomi, sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang. sb/and
Editor : Redaksi