SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Guna meningkatkan produksi sapi di daerah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, menggelar bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan peternak sapi, dengan melibatkan akademisi lintas perguruan tinggi di dua lokasi, yakni Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, dan Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, pada 14-15 Oktober 2026.
"Pelatihan ini digelar untuk memastikan para peternak sapi di Situbondo memiliki kelembagaan yang kuat dan mandiri," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Situbondo Hendrayono, Kamis (15/10/2026).
Baca juga: Angkat Potensi Sejarah dan Ekonomi Lokal, Pemkab Situbondo Inisiasi Anyer–Panarukan 3R
Dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan peternak sapi di Situbondo, lanjut Hendrayono, juga menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurrachman Saleh (Unars) Situbondo Riza Rachman. Sedangkan pemateri dalam pembuatan silase atau pakan hijau fermentasi, menghadirkan seorang dosen dari Politeknik Negeri Jember, Budi Prasetyo.
Baca juga: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Pemkab Bebaskan Pasien Pasung di Situbondo
Salah seorang narasumber, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurrachman Saleh (Unars) Situbondo Riza Rachman mengapresiasi pemerintah daerah setempat yang mengusung konsep kolaborasi tripartit melibatkan akademisi lintas perguruan tinggi untuk penguatan kapasitas kelembagaan peternak sapi.
"Para peternak sapi ini, kami juga membekali mereka dengan keterampilan penyediaan pakan bernutrisi yang berkelanjutan, sehingga produksi dan kualitas sapi tetap terjaga meski dalam kondisi iklim kemarau," kata Hendrayono.
Baca juga: Desil Picu Beasiswa Dicabut, Pemkab Situbondo Bakal Perbaiki Data pada 2027
Sementara itu, dalam kegiatan pelatihan tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan setempat juga menyerahkan bantuan alat pendukung peternakan bagi peserta. "Ini merupakan langkah bagus bagi daerah dalam memperkuat kelembagaan peternak sapi, dan sekaligus menjawab tantangan pakan saat musim kemarau," ujarnya. st-01/dsy
Editor : Redaksi