SURABAYAPAGI.com, Jember - Di tengah kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU yang kini viral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember masih mengkaji kemungkinan penerapan pembelajaran daring bagi pelajar. Meski penerapan pembelajaran daring belum menjadi keputusan. Pemkab masih memantau situasi di lapangan.
Diketahui sebelumnya, Pemkan Jember menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat, 16 Oktober 2026 dan Senin, 19 Oktober 2026.
Baca juga: Sinergi Eksekutif-Legislatif Menguat, Bupati Jember Paparkan Prioritas Pembahasan Raperda APBD 2027
Menurutnya, apabila antrean BBM masih terkendali, kebijakan WFH akan tetap difokuskan pada aparatur sipil negara (ASN) terlebih dahulu. Namun, kemungkinan penerapan kebijakan serupa bagi sektor pendidikan tetap terbuka apabila kondisi membutuhkan langkah tambahan.
Baca juga: Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat
“Pembelajaran daring sampai sekarang masih kita kaji lagi. Nanti kalau misalkan untuk anak-anak, sektor pendidikan untuk anak-anak sekolah, bisa saja diberlakukan sama,” ujar Kadiskominfo Kabupaten Jember, Ahmad Helmi Luqman, Minggu (18/10/2026).
Lebih lanjut, Helmi menjelaskan, evaluasi dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi antrean dari hari ke hari. Sehingga, untuk menangani persoalan tersebut, Pemkab bersama satuan tugas (Satgas) akan terus memantau situasi sebelum menentukan langkah berikutnya.
Baca juga: Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan harian. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat memperparah antrean di SPBU. Pihaknya juga mengingatkan agar tidak ada praktik penimbunan BBM. Jika ditemukan indikasi penimbunan, temuan tersebut akan disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. jr-01/dsy
Editor : Redaksi