Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk memperebutkan gelar juara sekaligus menguji kemampuan menuju kompetisi tingkat nasional.

Babak final yang berlangsung di Solid Pool and Cafe, Surabaya, Minggu (18/10/2026), mempertandingkan empat nomor, yakni 9-Ball Men’s Single, 9-Ball Women’s Single, 10-Ball Men’s Single, dan 10-Ball Women’s Single.

Djemy Pradhana dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara nomor 10-Ball Men’s Single.

Sementara itu, Yusril Armanda dari STIE Kesuma Negara Blitar meraih gelar juara 9-Ball Women’s Single setelah mengalahkan rekan satu kampusnya, Safa Inggil, di partai final.

Turnamen regional Surabaya menjadi pembuka rangkaian Campus League Billiard Season 1 tahun 2026. Setelah Surabaya, kompetisi dijadwalkan berlanjut ke Yogyakarta, Bandung, dan Jabodetabek.

Berbeda dengan sejumlah cabang olahraga lain dalam Campus League, seperti bola basket, bulu tangkis, dan futsal, cabang biliar tidak menggelar babak The Nationals tersendiri.

Para atlet akan melanjutkan persaingan di ajang UniGames yang berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten, pada 6–11 Desember 2026.

Promotor Campus League Billiard Season 1, Chris Lim, menilai partisipasi mahasiswa dalam musim perdana kompetisi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan atlet muda mengembangkan kemampuan melalui jalur olahraga kampus.

“Kami ingin para mahasiswa memiliki kesempatan lebih nyata untuk berkembang dari atlet tingkat universitas hingga menjadi atlet profesional di masa depan. Selain itu, kami juga ingin mendorong perubahan standar kompetisi biliar menuju sistem pertandingan yang lebih adil, transparan, serta berbasis prestasi. Artinya, kemampuan, kedisiplinan, serta kerja keras jadi penentu utama keberhasilan seorang atlet,” kata Chris.

Menurut dia, kompetisi antarmahasiswa dapat menjadi ruang bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Chris juga menekankan bahwa mahasiswa yang mengikuti kompetisi tidak hanya membawa kepentingan pribadi, tetapi turut mewakili perguruan tinggi masing-masing.

“Para student-athlete tidak hanya bertanding untuk diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik dan kebanggaan almamater, rekan setim, dan semua pihak yang telah mendukung,” ujarnya.

Dari sisi atlet, Djemy Pradhana menilai kompetisi antarkampus dapat membuka ruang bagi mahasiswa yang memiliki bakat biliar untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.

Ia mengaku tidak memperkirakan akan memenangi final nomor 10-Ball Men’s Single karena menilai lawannya memiliki kemampuan lebih tinggi.

“Saya tidak menyangka bisa menang karena lawan yang saya hadapi sebetulnya levelnya di atas saya. Tapi saya coba sabar dan fokus mengantisipasi permainan lawan. Nanti di nasional pasti lawan-lawannya akan lebih berat makanya saya akan terus berlatih meningkatkan kualitas,” kata Djemy.

Mahasiswa Unesa tersebut menekuni biliar sejak kelas III SMP. Menurutnya, keberlanjutan kompetisi menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong mahasiswa lain menekuni olahraga tersebut secara lebih serius.

“Saya pribadi senang bisa ada kompetisi seperti ini, karena kalau kompetisinya jalan, bisa memberi inspirasi bagi teman-teman di luar sana yang ingin serius di biliar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yusril Armanda. Mahasiswi STIE Kesuma Negara Blitar itu menyebut kompetisi memberikan kesempatan bagi atlet untuk menambah jam terbang dan mengukur kemampuan sebelum menghadapi lawan dengan tingkat persaingan yang lebih beragam.

Yusril mengaku sempat gugup saat menjalani final melawan Safa Inggil. Namun, ia berusaha mengendalikan tempo permainan dan menjaga konsentrasi hingga memastikan gelar juara nomor 9-Ball Women’s Single.

“Kompetisi ini sangat membantu saya dan teman-teman dalam mempertinggi jam terbang. Saya sendiri mulai menekuni biliar dari kelas 1 MTs. Dengan adanya kompetisi seperti ini, jadi punya arah yang jelas untuk terus berprestasi dan terus mengukur kemampuan diri,” kata Yusril.

Ia kini bersiap menghadapi kompetisi tingkat nasional di UniGames. Menurutnya, persaingan berikutnya akan lebih menantang karena mempertemukan atlet dengan kemampuan yang lebih beragam.

“Di final tadi sebetulnya saya agak gugup, tapi saya coba atur tempo sembari mengatur fokus. Setelah ini saya harus bersiap untuk level nasional di UniGames karena pasti kualitas lawan lebih beragam dan lebih tinggi dibandingkan di regional,” ujarnya.

Daftar Juara Campus League Billiard 2026 Regional Surabaya

9-Ball Women’s Single

1. Juara I: Yusril Armanda – STIE Kesuma Negara Blitar

2. Juara II: Safa Inggil – STIE Kesuma Negara Blitar

3. Juara III: Angel Starina Kusumo – Universitas Surabaya

10-Ball Women’s Single

1. Juara I: Nailani Lovar – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

2. Juara II: Zahro Faiza – STIE Kesuma Negara

3. Juara III: Yusril Armanda – STIE Kesuma Negara

9-Ball Men’s Single

1. Juara I: Samsul Arifin – Universitas Trunojoyo Madura

2. Juara II: Darren Julius Ezar – Universitas Surabaya

3. Juara III: Naufal Ardallah Budiyanto – Universitas Dinamika

10-Ball Men’s Single

1. Juara I: Djemy Pradhana – Universitas Negeri Surabaya

2. Juara II: Naufal Ardallah Budiyanto – Universitas Dinamika

3. Juara III: Syahzidane Areksa P. – Universitas Negeri Surabaya

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru