SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedinding, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen menjaga kelestarian adat budaya warga. Langkah nyata ini diwujudkan dengan merenovasi kawasan punden di Dusun Gebang Malang. Pembangunan berfokus pada perbaikan sarana fisik lingkungan punden agar menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman saat digunakan untuk upacara adat.
Program pembangunan yang digalakkan meliputi pembuatan pagar pembatas serta pemasangan jalan paving di sekeliling area inti punden. Sebelum proyek berjalan, kondisi sekitar punden yang berada di dekat persawahan ini sering becek dan berlumpur saat musim hujan. Kehadiran pagar baru ini juga berfungsi mempertegas batas wilayah area keramat sekaligus melindunginya dari kerusakan.
Baca juga: Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir
Pagar pembatas dibangun kokoh dengan sentuhan cat putih bersih, kontras dengan pilar hijau pendopo punden. Sementara itu, pemasangan jalan paving dibuat meluas di halaman depan dan samping struktur utama untuk mempermudah akses pejalan kaki. Melalui penataan ini, kompleks punden tampak jauh lebih bersih dan representatif sebagai situs peninggalan leluhur.
Kepala Desa (Kades) Kedinding, Haji Sudana, menyampaikan bahwa dana pembangunan ini bersumber dari anggaran desa khusus pemeliharaan warisan budaya. Dia menegaskan bahwa infrastruktur punden sangat penting karena menyangkut ruang publik warga desa.
"Punden di Dusun Gebang Malang ini adalah identitas sejarah desa kita, jadi penataan ini sangat penting agar masyarakat bisa menjalankan tradisi dengan nyaman," ujar Haji Sudana, saat ditemui dikantornya, Senin (19/10/2026).
Baca juga: Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya
Langkah pemdes di bawah kepemimpinan Haji Sudana ini mendapat apresiasi luas dari tokoh adat dan sesepuh Dusun Gebang Malang. Keberadaan pagar dinilai penting untuk menjaga kekhidmatan punden saat warga melaksanakan ritual doa bersama atau nyadran. Pavingisasi halaman juga membantu warga lansia dan anak-anak agar tidak lagi kesulitan berjalan menuju pendopo utama.
Respon positif juga datang dari kalangan pemuda dusun yang melihat penataan kawasan ini sebagai bentuk modernisasi tanpa menghilangkan nilai sejarah. Penataan paving block yang rapi memberikan kesan estetis, sehingga punden tidak lagi terkesan suram bagi generasi muda. Area halaman yang rata kini juga bisa difungsikan sebagai tempat berkumpul warga untuk musyawarah.
Baca juga: Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga
Setelah pembangunan selesai, Haji Sudana mengimbau masyarakat Dusun Gebang Malang untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan punden. Warga dilarang membuang sampah sembarangan dan diharapkan ikut merawat keasrian pohon pelindung besar di belakang bangunan. Kepedulian masyarakat menjadi kunci agar fasilitas fisik ini dapat bertahan lama hingga generasi mendatang.
Melalui proyek infrastruktur budaya ini, Desa Kedinding membuktikan bahwa modernisasi desa dan pelestarian adat istiadat dapat berjalan beriringan. Pembangunan punden ini menjadi bukti nyata kepemimpinan desa yang suportif terhadap nilai-nilai sejarah. jum
Editor : Redaksi