SURABAYAPAGI.com, Blitar -PT.KAI Daop 7 Madiun terus ber komitmen terhadap keselamatan perjalanan kereta api (Perka), dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut di ungkapkan Manager Humas KAI Daop 7 Madiun dalam penyampaiannya, sebagai langkah nyata, Daop 7 Madiun menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Petugas Jaga Lintasan (PJL) di Kantor Bersama Daop 7 Madiun, pada Rabu (21/10/2026).
Baca juga: Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam
“Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh VP Daop 7 Madiun, Ali Afandi yang diikuti oleh 32 orang PJL dari berbagai wilayah kerja Daop 7 Madiun,” Terang Tohari
Dijelaskan pula, pembinaan ini difokuskan secara khusus pada aspek SDM untuk memastikan kesiapan mental, kedisiplinan, serta pemahaman mendalam terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Catat Ribuan WNA Gunakan Layanan Kereta Api Sepanjang Januari - September 2026
Adapun fokus utama pembinaan SDM PJL ini di bekali tiga poin utama yakni:
- Peningkatan Kompetensi Teknis: Membekali petugas dengan pemahaman regulasi perkeretaapian yang mutakhir, penguasaan arti semboyan, pemahaman rambu-rambu, serta tata cara pengoperasian palang pintu secara tepat dan aman.
- Penguatan Karakter & Budaya Kerja: Menanamkan nilai tanggung jawab (responsibility) dan integritas tinggi agar setiap petugas senantiasa waspada dan tidak lalai selama menjalankan tugas kedinasan.
- Standarisasi Kualifikasi: Memastikan seluruh petugas di lapangan memiliki kualifikasi resmi serta tersertifikasi sesuai standar keselamatan kerja perkeretaapian.
“Faktor manusia merupakan pilar utama dalam mengamankan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Oleh karena itu, pembinaan SDM ini berjalan berdampingan dengan pengawasan ketat melalui inspeksi lapangan secara berkala,” jelasnya.
Baca juga: HUT Ke-81, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Kualitas Layanan Transportasi Aman dan Nyaman
Tohari menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar.
Melalui pembinaan SDM ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh Petugas Jaga Lintasan tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga memiliki tingkat disiplin, kewaspadaan, dan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat yang melintas maupun keselamatan perjalanan KA itu sendiri.
“Langkah ini diharapkan mampu membentuk safety culture yang kuat di seluruh jajaran operasional demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” Pungkas Tohari. les
Editor : Redaksi