SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Melalui kolaborasi dan sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, berhasil menekan angka kemiskinan dari sebelumnya (2025) 11,17 persen turun menjadi 10,83 persen di tahun (2026) atau mengalami penurunan 0,34 persen dari jumlah penduduk sekitar 700 ribu jiwa. Angka tersebut terus mengalami penurunan, pada 2024 kemiskinan di angka 11,51 persen, 2025 turun menjadi 11,17 persen dan 2026 10,83 persen.
"Alhamdulillah persentase kemiskinan tahun ini (2026) turun lagi, dari 11,17 persen (2025) menjadi 10,83 persen. Awal kami menjabat angka kemiskinan (2024) masih 11,51 persen," kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Rabu (21/10/2026).
Baca juga: Tingkatkan Produksi Sapi, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Libatkan Akademisi
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Situbondo Naning Sugiarti menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan dilakukan secara terintegrasi oleh berbagai pembiayaan mulai tingkat pusat hingga daerah.
Baca juga: Angkat Potensi Sejarah dan Ekonomi Lokal, Pemkab Situbondo Inisiasi Anyer–Panarukan 3R
"Berbagai upaya kami lakukan agar bantuan tersebut tepat sasaran sehingga berdampak mengurangi angka kemiskinan, dan kami juga menggulirkan program bantuan sosial untuk backup dari bantuan sosial yang diberikan pemerintah pusat," katanya.
Lebih lanjut, Naning menambahkan, angka kemiskinan juga dapat ditekan melalui perbaikan rumah tidak layak huni atau RTLH, program perlindungan sosial bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa dan perlindungan bidang kesehatan melalui program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas) dan Berantas Plus.
Baca juga: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Pemkab Bebaskan Pasien Pasung di Situbondo
Selain itu, lanjut Naning, ada pula program pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM, dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang terbukti mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Situbondo. "Upaya lainnya meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan pembangunan infrastruktur konektivitas di daerah kantong-kantong kemiskinan atau di daerah terpencil, melalui penyediaan jalan, jembatan, irigasi dan lainnya," katanya. st-01/dsy
Editor : Redaksi