SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, berkolaborasi dengan Bulog dan petani serta peternak ayam broiler dan ayam petelur menggelar gerakan pangan murah, dengan menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasar.
"Bahan pokok yang kami sediakan di antaranya, beras stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, aneka sayuran dan tepung terigu," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Quratul Aini, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: Pemkab Situbondo Berhasil Tekan Kemiskinan Jadi 10,83 Persen per 2026
Lebih lanjut, Quratul menjelaskan gerakan pangan murah digelar seiring dengan terjadinya fluktuasi harga bahan pokok khususnya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan, termasuk harga gula pasir, minyak goreng, telur.
"Gerakan pangan murah ini digelar juga untuk mencegah terjadinya inflasi tidak terkendali apalagi saat ini ada beberapa bahan pokok yang harganya terus naik, misalkan cabai rawit merah," kata Quratul Aini.
Baca juga: Tingkatkan Produksi Sapi, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Libatkan Akademisi
Adapun bahan kebutuhan pokok yang dijual dalam gerakan pangan murah itu di antaranya beras SPHP Rp57.000 kemasan 5 kilogram, minyak goreng Rp15.000 kemasan satu liter, gula pasir Rp15.000 per kilogram, tepung terigu Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp22.000 per kilogram, bawang putih Rp26.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp44.000 per kilogram.
Salah seorang warga, Uci mengaku harga bahan pokok yang dijual semuanya lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar tradisional, seperti gula pasir dijual Rp15.000 per kilogram, di pasar harganya Rp17.000. Termasuk telur ayam broiler di pasar harganya Rp24.000 per kilogram, di sini harganya Rp21.000. Minyak goreng kemasan 1 liter hanya Rp15.000 per liter, di pasar harganya Rp16.500 per liter.
Baca juga: Angkat Potensi Sejarah dan Ekonomi Lokal, Pemkab Situbondo Inisiasi Anyer–Panarukan 3R
“Kami ingin pemerintah daerah lebih sering menggelar kegiatan semacam ini, agar harga kebutuhan sehari-hari tidak naik terus di pasaran," jelasnya. st-01/dsy
Editor : Redaksi