Final Musabaqah Kaligrafi Pegon Lamongan Tetapkan Enam Karya Terbaik

Reporter : Muhajirin
Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir menyerahkan hadiah kepada peserta. FOTO:SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Lesbumi PCNU Lamongan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, menyelenggarakan babak final Musabaqah Kaligrafi Pegon, dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Graha Narita, Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang diikuti 30 finalis ini menetapkan enam karya terbaik dari kategori Ula, Wustha, dan Ulya.

Ketua PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir, melalui perwakilannya, H. Agus Susanto, menekankan pentingnya menghadirkan kembali Pegon di ruang publik.

Baca juga: PCNU Lamongan Gelar Upacara HSN, Luncurkan Buku Aswaja, Apresiasi 21 Penulis Warisan Budaya hingga Launching GISNU

“Lamongan adalah kota santri yang dibangun oleh para santri dan ulama. Pegon perlu dihidupkan di ruang publik sebagai salah satu ciri khas Lamongan,” demikian pesan yang disampaikan melalui perwakilannya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, S.S.T., M.Kes., menekankan kontribusi kegiatan ini terhadap penguatan literasi daerah.

“Pelestarian Pegon menjadi bagian dari penguatan literasi Lamongan. Harapannya, kegiatan ini mendorong kebiasaan membaca dan menulis serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat,” ujarnya.

Dalam babak final, peserta mengerjakan karya secara langsung pada kertas A3 selama 150 menit. Dewan juri yang terdiri atas Umuronah, S.S.T., M.Kes., Dr. Abdur Ro’uf Hasbullah, dan Moh. Sholahuddin menilai ketepatan penulisan Pegon, estetika, bentuk khat, serta kerapian karya.

Baca juga: 60 Kepala Sekolah Madrasah Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan

Berdasarkan hasil penilaian dan musyawarah dewan juri, penghargaan kategori Ula diraih oleh dua peserta dari SD Negeri 1 Semampirejo, Sambeng. Kayyisa Ghania Afrin ditetapkan sebagai penerima Karya Terbaik I, sedangkan Rafael Alvino Bastian memperoleh Karya Terbaik II.

Pada kategori Wustha, Karya Terbaik I diraih Ahmad Rhafi Al Buqori dari SMP Unggulan Karangsawo. Adapun Karya Terbaik II diberikan kepada Mia Lutfi Nur Ramadhani dari MTs EMAS Islamic Boarding School.

Sementara itu, pada kategori Ulya, Muassisatun Najwa dari Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat meraih Karya Terbaik I. Penghargaan Karya Terbaik II diraih Mallahul Jayyidi AlItsnan dari MA Matholi’ul Anwar.

Baca juga: Bagian Kesra Sumenep Teguhkan Tradisi Keilmuan Lewat Musabaqah Qira’atil Kutub

Para pemenang memperoleh dana apresiasi, trofi, dan sertifikat. Penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, orang tua, serta lembaga pendidikan yang mendukung kegiatan sejak babak penyisihan.

Musabaqah ini diharapkan menjadi awal pembinaan berkelanjutan bagi pelajar dan santri agar kemampuan mereka terus berkembang dan tradisi tulis Pegon tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru