SURABAYAPAGI.com, Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, saat ini tengah fokus melakukan percepatan pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kecamatan Sukun dengan metode khusus, seperti penguatan injeksi air maupun opsi menggunakan ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah. Penanganan tersebut tidak hanya melalui upaya penyemprotan air dari atas tetapi memastikan titik panas di bawah tumpukan sampah padam sepenuhnya.
"Kami mengukur luas area (terdampak) berapa dan alat yang dibutuhkan apa saja, mengingat api dapat masuk ke dalam (tumpukan sampah) dan membahayakan karena ada gas metan," ujar Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Pemkot Malang Tanam 4.000 Bibit Cabai di Merjosari Guna Tekan Inflasi
Sementara itu, pihaknya bersama forkopimda melakukan pemetaan berbagai kebutuhan alat untuk mengefektifkan upaya tim di lapangan serta telah memperkirakan area TPA Supit Urang yang terdampak kebakaran sekitar delapan hektare dari total luasan lahan 32 hektare.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, proses pemadaman masih terus berlangsung karena terdapat hidden fire atau api tersembunyi di bawah tumpukan sampah.
Baca juga: Lewat Ngalam Seger dan Rijik, Pemkot Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon
Penanganan, lanjutnya, membutuhkan perlakuan khusus karena tidak diketahui seberapa dalam keberadaan titik api.
Meski demikian, perkembangan situasi itu tidak bisa dijadikan sebagai acuan bahwa kebakaran mereda, sebab masih terdapat beberapa titik di tempat tersebut yang masih mengeluarkan kepulan asap dan bahkan meluas. Hal tersebut dapat terjadi karena faktor embusan angin kencang dan cuaca panas di musim kemarau sehingga tetap memiliki potensi memunculkan titik api baru.
Baca juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, Pemkot Malang Fokuskan Kelola Sampah Berkelanjutan
"Di zona tengah ada dan sekarang semakin meluas dari segi asap ke bagian zona timur. Untuk tim alhamdullilah kondisi selama dua hari pemadaman masih prima," ujar dia. ml-01/dsy
Editor : Redaksi