Dinas Pendidikan Diduga Gunakan Empat CV untuk Tutupi Persekongkolan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu laporan pertanggungjawaban sekolah dengan penyedia CV tahun 2019 lalu. Di sini tertera nama CV  Wisnu Garuda.
Salah satu laporan pertanggungjawaban sekolah dengan penyedia CV tahun 2019 lalu. Di sini tertera nama CV  Wisnu Garuda.

i

 

Skandal Pengadaaan Buku dan APE untuk TK Se Kabupaten Kediri 

 

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Modus pengkondisian buku dan Alat Permainan Edukatif (APE) di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Kediri tergolong rapi. Pasalnya, sejak diberitakan di harian Surabaya Pagi belakangan ini baik dari Kepala Sekolah maupun sejumlah penyedia yang tidak bisa berjualan di Kabupaten Kediri, mulai angkat suara menjelaskan pola permainan Dinas Pendidikan.

Seperti yang diungkapkan pria yang merupakan salah satu penyedia buku di Kediri. Ia mengaku jika selama dua tahun ini tidak bisa berjualan di wilayah Kabupaten Kediri. Kondisi itu karena diduga  ada arahan Dinas Pendidikan yang mewajibkan sekolah untuk membeli buku ke penyedia yang sudah ditunjuk.

“Selama dua tahun ini para penyedia buku disini tidak bisa berjualan. Hal ini karena adanya pengkondisian dari pihak dinas,” ujarnya saat mengeluh di media Surabaya Pagi, Rabu (15/7/2020).

Pria yang juga berdomisili di Kabupaten Kediri ini menjelaskan, selama ini modus yang digunakan oknum dinas tergolong rapi. Mulai dari koordinir hingga laporan pertanggungjawabannya seakan sudah terstruktur.

“Dari awal sebelum pembelanjaan, kita juga dapat info dari sejumlah kepala sekolah. Mereka bilang kalau untuk buku tahun ini wajib dari dinas. Oleh sebab itu, untuk TK se-Kabupaten Kediri buku-nya semua sama. Tetapi anehnya untuk SPJ-nya itu dibuat beberapa CV. Terlebih untuk nama penerbitnya tidak ada didalam buku itu,” jelasnya.

Dari informasi di lapangan, pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2019. Tahun ini  Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tersebut diduga dikirim ke dinas dalam keadaan belum distempel oleh pihak penyedia. Sebab pihak sekolah tidak pernah bertemu sama sekali dengan penyedia.

Sementara untuk pembelian APE tahun 2019 lalu, pertanggungjawabannya hampir sama. Sekolah sama sekali tidak pernah dipertemukan dengan pihak penyedia hingga barang terkirim. Terlebih sekolah baru tahu penyedia setelah laporan tersebut selesai dari dinas. Diketahui laporan tersebut menggunakan sejumlah nama CV. Ditengarai, pihak dinas pendidikan menggunakan 4 CV dalam pertanggungjawaban tersebut. Informasinya salah satu CV tersebut yakni CV Garuda Wisnu Kencana asal Jombang.

Saat melakukan investigasi, SurabayaPagi menemukan latu laporan pertanggungjawaban sekolah dengan penyedia CV tahun 2019 lalu. Di sana tertera nama CV Garuda Wisnu beserta tanda tangan dan setempelnya. Temuan ini makin membuktikan kebenaran dari pengakuan para penyedia buku tadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, adanya dugaan pengkondisian dan persekongkolan buku dan Alat Permainan Edukatif (APE) tingkat Taman Kanak-kanak (TK) se Kabupaten Kediri membuat DPRD Kabupaten Kediri mulai angkat bicara. Ketua Fraksi Nasdem Kabupaten Kediri, Lutfi Mahmudiono mengaku menyayangkan adanya dugaan pengkondisian tersebut.

Lutfi menegaskan, jika hal itu benar seharusnya dalam pembelanjaan dana BOP PAUD, pihak Dinas Pendidikan tidak bisa ikut campur dalam setiap pembelanjaan sekolah. Pasalnya yang mengetahui kebutuhan sekolah adalah masing-masing sekolah.

 

“Jika dugaan tersebut benar mohon dikembalikan pada kewenangan masing-masing sekolah. Lebih baik dinas pendidikan tidak ikut campur dalam setiap pembelanjaan sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2020).

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri dari Nasdem, Khusnul Arif mengatakan, dengan adanya pemberitaan di harian kita, pihaknya juga mendapat keluhan dari salah satu Himpunan PAUD Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Kediri masalah pengkondisian buku dan APE se Kabupaten Kediri yang sudah berjalan dalam dua tahun terakhir.

“Benar mas, kita kemarin juga mendapat keluhan itu. Salah satu HIMPAUDI mengeluh dengan adanya pola ikut campur Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sejak dua tahun ini. Memang selama ini sekolah disuruh membeli tidak hanya buku tetapi juga APE. Bahkan, mereka mengeluh, tidak tau kondisi fisiknya,” ucapnya.

Khusnul Areif menambahkan, dengan adaya keluhan ini dirinya pribadi akan menyampaikan kepada ketua komisi untuk segera ditindak lanjuti dengan mengagendakan Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.  “Secepatnya kita akan sampaikan kepada ketua Komisi agar masalah ini bisa segera dilakukan RDP,” tandasnya. Tim

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…