Politik Jokowi Dianggap Tak Sehat, Gerus Jumlah Oposisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pakar politik UINSA Adi Prayitno
Pakar politik UINSA Adi Prayitno

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemberian penghargaan Bintang Mahaputra Nararya oleh Presiden Jokowi kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon ditanggapi oleh pakar politik UINSA Adi Prayitno, Selasa (11/8/2020). Adi Prayitno menilai, penghargaan yang akan diberikan Presiden Jokowi kepada kedua politisi Gerindra dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu bisa mendapatkan jasa bila kritikan diikuti dengan tindakan nyata.

“Seperti membangun lembaga pendidikan gratis untuk kelompok tidak mampu atau aktif memberikan pelatihan kepada kelompok usaha mikro, kecil, dan UMKM. Tapi itu baru kontribusi, kan terlihat oke,” jelasnya.

Adi pun tak heran keputusan pemerintah menuai pro kontra. Karena menurutnya peran Fahri Hamzah dan Fadli dinilai belum layak menerima tanda jasa. “Kritik hanya sebatas ngomong-ngomong, kecuali kritiknya membangun,” pungkasnya.

Ia menambahkan, penerima tanda jasa sudah termaktub dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Penerima mesti berkontribusi besar terhadap negara.

 

Politik tidak Sehat

Sedangkan, pengamat politik asal Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai, upaya yang dilakukan Jokowi ini sudah menunjukkan arah politik yang tidak sehat dengan jumlah oposisi yang sedikit.

Selain tidak jalannya upaya check and balancing dari DPR, para kritikus juga satu per satu dirangkul oleh pemerintah sehingga suara para pengkritik pun tidak didengarkan lagi.

"Iya padahal tidak baik, hari ini kita saksikan demokrasi yang tidak sehat, tidak ada check and balancing, tidak ada kekuatan kontrol parlemen yang kuat terhadap eksekutif, karena apa? Karena parlemennya ada di dalam genggaman koalisi pemerintah," kata Ujang, Selasa (11/8/2020).

Ujang berpendapat, ditempatkanya Fadli dalam jabatan yang tak strategis juga sebagai upaya "meredam" kekuatan. "Kita liat Fadli Zon digeser tidak jadi Waketum Gerindra lagi gitu, hari ini juga kadang kencang kadang tidak karena sudah dikondisikan agar tidak kencang mengkritik. Sudah tanda-tanda demokrasi tidak sehat. Karena tidak ada bangunan kritik dari parlemen maupun dari publik begitu," sambungnya.

Pemberian penghargaan itu dinilai sebagai upaya pemerintah merangkul sekaligus menjinakkan para pengkritik pemerintah. "Mungkin ingin politik tidak gaduh, ingin kondusif, ingin semua dirangkul oleh pemerintah begitu, lo. Saya liatnya ke situ," ucapnya.

Ujang juga menilai, Jokowi terkesan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang sudah berada dalam pemerintahan seperti Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Fahri Hamzah, hingga Fadli Zon. Seharusnya jika ingin fair, menurut Ujang, pengkritik di luar pemerintah yang memiliki peran dalam membangun pemerintah juga diberikan pengargaan seperti PA 212, NU, Muhammadiyah dan yang lainnya.

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…